Kampung Berseri Astra Keputih Hijaukan Lingkungan Surabaya

Pohon-pohon rindang memberikan kesejukan bagi siapa saja yang datang.

Yohanes Endra | MataMata.com
Sabtu, 02 November 2024 | 07:09 WIB
Tempat pengolahan air dan pupuk kompos KBA Keputih Surabaya. [SuaraJatim/baehaqi]

Tempat pengolahan air dan pupuk kompos KBA Keputih Surabaya. [SuaraJatim/baehaqi]

Matamata.com - Di akhir Oktober 2024, Surabaya sedang mengalami suhu tinggi yang mencapai 38 derajat Celsius, membuat banyak tanaman di sepanjang jalan menuju Keputih Tegal Timur menjadi kering. Namun, begitu memasuki Kampung Berseri Astra (KBA) Keputih Tegal Timur RW 8, suasana asri dan sejuk langsung menyambut.

Kampung ini dulunya adalah bagian dari program binaan Astra. Pada sekitar tahun 2013, warga bersama-sama berupaya menghijaukan lingkungan mereka. Setiap rumah kini memiliki tanaman sayuran dan boga untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelum tahun itu, kawasan Keputih dikenal sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Surabaya. Baru pada 2001, pemerintah kota memindahkan TPA ke Benowo, meninggalkan area ini dalam kondisi yang tandus.

Namun kini, wajah kawasan ini telah berubah berkat jejak program Kampung Berseri Astra yang masih terasa hingga sekarang. Pohon-pohon rindang memberikan kesejukan bagi siapa saja yang datang.

Tri Priyanto, salah satu warga KBA Keputih Tegal Timur, menceritakan bahwa kerja sama dengan Astra dimulai pada 2013.

"Tahun 2013, saat itu kami tidak menyangka sebetulnya Astra kok kepingin bermitra, bekerja sama dengan masyarakat membangun kampung," ujarnya ketika ditemui, Rabu (30/10/2024).

Waktu itu, beberapa perwakilan warga diundang ke kecamatan. Mereka awalnya tidak tahu jika dalam pertemuan tersebut ada orang Astra. "Kemudian ditawari program (kampung berseri)," katanya.

KBA Keputih Surabaya. (SuaraJatim/baehaqi)
KBA Keputih Surabaya. (SuaraJatim/baehaqi)

Setelah berdiskusi, warga sepakat untuk menerima tawaran tersebut, yang meliputi program lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan UMKM.

Tri bersama warga lainnya memilih program lingkungan sebagai prioritas. Astra kemudian menyediakan ribuan bibit tanaman boga, sayuran, dan buah-buahan, yang ditanam di depan rumah-rumah warga dalam pot.

Meskipun tanah di wilayah tersebut sulit ditanami, warga tetap bersemangat. Mereka membagi kawasan kampung menjadi beberapa zona tanaman, seperti terong dan tomat.

Baca Juga: Rayakan HUT Pernikahan ke-10, Raffi Ahmad Ingin Tambah Momongan

"Kami buat zona, kita dua RT yang awal ikut program Astra, yang kemudian dibagi beberapa zona, ada terong, tomat, dan lain-lain," katanya.

Kemudian di depan gang, ada zona campuran, yang berisikan sayuran dan tanaman boga.

"Ada rak (tanaman) juga supaya tanpa pot, jadi langsung polibag ditaruh di rak-rak. Bagus sekali," katanya.

Berkat gotong royong warga, program Astra berjalan dengan baik di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

"Akhirnya sudahlah semua program berjalan, pendidikan berjalan. Kita kan punya Rumah Pintar, waktu itu ada kegiatan pelatihan komputer, ya dasar lah, PAUD ada," kata Tri.

Kampung Berseri Astra (KBA) Keputih Surabaya. [SuaraJatim/baehaqi]
Kampung Berseri Astra (KBA) Keputih Surabaya. [SuaraJatim/baehaqi]

Rumah Pintar Tempat Berkreasi

Di bidang pendidikan, berdirilah Rumah Pintar, tempat warga dan anak-anak belajar serta berkegiatan. Bangunan dua lantai berwarna biru dan putih ini juga didukung oleh mahasiswa yang melakukan kegiatan sosial.

"Banyak fungsinya, dipakai anak-anak belajar dan kegiatan warga," katanya.

KBA Keputih Tegal Timur juga dibantu para mahasiswa yang melakukan kegitan sosial, seperti kuliah kerja nyata (KKN). Mereka memberikan pelatihan komputer di Rumah Pintar.

Selain itu, fasilitas kesehatan Posyandu masih aktif melayani warga, tidak hanya untuk balita dan lansia, tetapi juga untuk keluarga.

Produksi Air Bersih dan Pupuk Kompos Mandiri

Di masa lalu, KBA Keputih Tegal Timur menghadapi kesulitan air saat musim kemarau. Astra membantu menyediakan alat pengolahan air dari sungai terdekat untuk kebutuhan warga. Selain itu, warga juga membangun rumah kompos secara gotong royong.

Tri mengungkapkan bahwa semangat warga untuk memajukan lingkungan adalah dasar yang membuat mereka antusias menjalankan semua program.

"Kita bisa lihat sekarang daripada daerah di sekitar. Kalau masuk dari pintu sana, tentu berbeda," tandasnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Refleksi Mendalam dari Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan. Siap Tayang 13 mei 2026!...

life | 16:05 WIB

Film ini memotret realitas tajam tentang ambisi, harga sebuah pilihan, dan bagaimana rasanya berdiri tegak saat semua or...

life | 13:08 WIB

Badut Gendong membawakan kisah Darso dan Darsi, sepasang penari Badut Gendong yang selalu dihadapi ketidakadilan dari or...

life | 12:55 WIB

Produksi ini menjadi langkah besar bagi perkembangan teater musikal Indonesia....

life | 13:43 WIB

Daya pikat terbesar Badut Gendong terletak pada posisinya sebagai bagian dari jagat sinematik Qodrat....

life | 12:18 WIB

Jagat Universe Qodrat yang telah sukses mengumpulkan lebih dari 3,9 juta penonton ini kini terasa jauh lebih luas, lebih...

life | 17:58 WIB

Badut Gendong adalah film horor-action karya Charles Gozali yang menghadirkan teror menegangkan sekaligus drama emosiona...

life | 14:26 WIB

Para finalis terbaik kembali bertemu di panggung utama untuk memperebutkan gelar juara....

life | 11:06 WIB

Getaran emosinya terasa nyata melalui pengakuan jujur aktris Dinda Kanya Dewi yang tak kuasa menahan haru usai menyaksik...

life | 17:52 WIB

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan sukses bikin penonton Jogja penuh haru dengan kisah keluarga menghadapi Alzh...

life | 16:24 WIB