Life

Anggun C Sasmi Desak Indonesia Berlakukan Dwikewarganegaraan

Anggun C Sasmi ikut ungkit soal perlakukan prioritas kepada pihak tertentu di Indonesia, termasuk paspor maupun pakaian yang dikenakan.

Madinah

Anggun C Sasmi (Suara.com/Sumarni)
Anggun C Sasmi (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Penyanyi internasional Anggun C Sasmi mendadak curhat panjang soal pengalamannya menjadi minoritas di negeri orang.

Dalam tulisannya, penyanyi Snow In Sahara ini juga ungkit soal perlakukan prioritas kepada pihak tertentu di Indonesia, termasuk paspor maupun pakaian yang dikenakan.

Curhat Anggun C Sasmi soal kewarganegaraan. [Instagram]
Curhat Anggun C Sasmi soal kewarganegaraan. [Instagram]

"Saya nggak butuh pengakuan ini itu. Yang memasalahkan kewarganegaraan hanya mereka yang bermentalitas tertentu, yang kebanyakan belum pernah pergi kemana-mana, belum merasakan menjadi minoritas yang nggak tau kalau warna paspor yang 'salah', sering diberi masalah di banyak negara (misalnya dulu dengan paspor Indonesia saya nggak dibolehi dapat visa ke Portugal). Ada ranking negara-negara yang berpaspor 'kuat' (Indonesia No 75, Prancis No 4).

Dan banyak orang yang sukanya memberi prioritas dari 'bungkusan' (paspor, pake batik,dll) tapi nggak paham makna," tulis Anggun C Sasmi panjang lebar.

Anggun C Sasmi [Suara.com/Yuliani]
Anggun C Sasmi [Suara.com/Yuliani]

Selanjutnya, Anggun C Sasmi juga sindir mengenai anak yang lahir dari orang tua yang berbeda kewarganegaraan.

Seperti diketahui, Anggun C Sasmi dikaruniai Kirana Cipta Montana, anak semata wayang dari pernikahannya dengan Cyrill Montana.

Cyril Montana merupakan penulis dan wartawan berkebangsaan Prancis. Dia menikah pada tahun 2010 dengan Anggun dan bercerai pada tahun 2015. Dari pernikahan mereka lahir satu anak perempuan yang bernama Kirana Cipta Montana Sasmi.

"Banyak sekali WNI yang lahir dan tinggal di Indonesia tapi anaknya sendiri nggak bisa berbahasa Indonesia. Ini yang buat saya gemas karen diaspora Indonesia yang tinggal di negara-negara lain banyak sekali, dan untuk anak-anak blasteran mereka diharuskan memilih antara 2 kewarganegaraan. Buat saya sayang sekali, kenapa harus milih? kenapa nggak boleh dua-duanya? sudah banyak kok contohnya.

Kita kan sekarang hidup d dunia yang setiap orang beradaptasi dengan kultur berbeda. Mungkin sudah saatnya Indonesia memikirkan untuk bisa memberi dwikewarganegaraan seperti negara-negara lain," lanjut Anggun C Sasmi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report