World

Lady Gaga Ngaku Pernah Diperkosa Produser saat Berusia 19 Tahun

Karena serangan seksual tersebut, Lady Gaga mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD), hingga ia merasakan rasa sakit fisik.

Yohanes Endra | Rosiana Chozanah

Lady Gaga/www.boredpanda.com
Lady Gaga/www.boredpanda.com

Matamata.com - Lady Gaga mengungkapkan momen kelamnya saat masih remaja. Menjadi bintang tamu dalam Oprah Winfrey The Me You Can't See, Lady Gaga berbicara tentang pemerkosaan.

Pada tahun 2014, wanita bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini mengaku pernah diperkosa oleh produser musiknya sendiri hingga menyebabkannya hamil. "Aku berusia 19 tahun, dan aku bekerja di bisnis ini, dan seorang produser berkata kepadaku 'buka pakaianmu'," ujar Lady Gaga, dilansir The Guardian.

Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)
Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)

Lady Gaga sempat menolaknya dan berusaha pergi menghindari si produser. Namun, ia mendapat ancaman semua produksi musiknya akan dibakar jika menolak.

"Dia tidak berhenti memintaku, dan aku hanya bisa terdiam dan, aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan orang itu lagi," sambungnya. Kemudian, ia mengatakan pemerkosanya tidak mengacuhkannya ketika hamil.

Serangan seksual tersebut membuat Lady Gaga mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD), hingga ia merasakan rasa sakit fisik.

"Aku tidak pernah mengatasinya, dan kemudian tiba-tiba aku mulai mengalami rasa sakit luar biasa di seluruh tubuh yang meniru penyakit yang aku rasakan setelah aku diperkosa," lanjutnya.

Dalam The Me You Can't See, ia menggambarkan respon traumatisnya yang tertunda dan mengaku mengalami istirahat psikotik total.

Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)
Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)

Gangguan psikotik atau psikosis merupakan kondisi saat penderitanya sulit membedakan kenyataan dan imajinasi. Tandanya berupa halusinasi atau delusi.

"Pertama aku merasakan sakit luar biasa, kemudian aku mati rasa, dan kemudian aku sakit selama berminggu-minggu setelahnya," lanjut Gaga.

"Aku menyadari bahwa itu adalah rasa sakit yang sama, yang aku rasakan ketika orang yang memerkosaku menurunkanku di pojok rumah orang tuaku, karena aku muntah dan sakit," imbuhnya lagi.

Sekitar dua tahun setelah selamat dari pelecehan, dia merilis album debutnya The Fame pada 2008 dan menjadi sukses secara global, dengan lima album menjadi nomor satu di Amerika Serikat sejak saat itu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report