Seleb

Gunakan Alat Penyangga Leher Sulit Bicara, Ferry Irawan Ungkap Kondisinya

Ferry Irawan terbata saat beberkan kondisi kesehatannya sekarang.

Tinwarotul Fatonah | Yuliani

Ferry Irawan (Instagram/@ferryirawanofficial)
Ferry Irawan (Instagram/@ferryirawanofficial)

Matamata.com - Beberapa waktu lalu, Ferry Irawan sempat dirawat di rumah sakit karena kondisinya mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala dekat syaraf motorik.

Kini, kondisi pesinetron berusia 44 tahun itu sudah membaik meski kini memakai penyangga leher dan sulit bicara.

"Masih gitu ya masih belum ini..," kata Ferry Irawan terbata saat ditemui di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021).

Ferry Irawan dan istri, Anggi Novita (Instagram/@ferryirawanofficial)
Ferry Irawan dan istri, Anggi Novita (Instagram/@ferryirawanofficial)

"Belum stabil, ngomong juga masih kita bantu lah," ujar Ari, adik Ferry Irawan menimpali di sampingnya.

Ferry Irawan tampak tertunduk terus kepalanya, sehingga diperbantukan alat bantu penyangga leher. Kedua tangannya pun tampak kaku dan masih tampak lemas.

Namun, penampilannya kini tampak lebih agamis. Ia memakai peci dan baju gamis panjang.

Ditanyai bagian mana yang masih sakit dari tubuhnya, Ferry berusaha menjawab. 

"Sakit..ini juga.. ini..," jawab Ferry Irawan sambil menunjuk sisi kepala juga tengkuk lehernya.

Ferry Irawan dan istri, Anggi Novita (Instagram/@ferryirawanofficial)
Ferry Irawan dan istri, Anggi Novita (Instagram/@ferryirawanofficial)

Ari menambahkan penjelasan sang kakak yang terbata. Menurutnya, setiap malam kakaknya sulit tidur karena dari kepala hingga badannya merasa sakit.

"(Katanya) badannya udah kayak di iris iris kalau malam susah tidur hampir seluruh badan sakit semua, mohon doanya aja," ujar Ari menimpali.

Diberitakan sebelumnya, kabar Ferry Irawan sakit pertama diberitakan oleh Ferry Ardiansyah dan Marcelino Lefrandt. Kedua sahabatnya itu menggalang dana untuk membantu pengobatan Ferry yang alami pecah pembuluh darah di kepala.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report