Perankan Minke, Iqbaal Tuai Pro dan Kontra Penggemar Bumi Manusia

Terpilihnya Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dalam film Bumi Manusia menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

Sabtu, 26 Mei 2018 | 15:39 WIB
Perankan Minke, Iqbaal Tuai Pro dan Kontra Penggemar Bumi Manusia

Perankan Minke, Iqbaal Tuai Pro dan Kontra Penggemar Bumi Manusia

matamata.com - Terpilihnya Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dalam film Bumi Manusia menuai pro dan kontra di kalangan netizen.

Banyak yang menilai Iqbaal mampu menjiwai karakter Minke. Namun tak sedikit yang meragukan. Bahkan pemilihan Iqbal dipandnag hanya berdasarkan sisi komersil saja.

Seperti yang diketahui publik, awal 2018 karakter Dilan dalam film "Dilan 1990" yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan sukses besar. Hal ini membuat banyak orang, khususnya remaja putri jatuh hati pada sosok Iqbal Ramadhan.

Sejak saat itu fansnya semakin besar dan kuat.

Namun rupanya Hanung Bramantyo, selaku sutradara Bumi Manusia mengaku pemilihan semua pemain termasuk Iqbaal sudah dipikirkan matang-matang.

Menurutnya, gaya dan sifat Minke yang ada dalam novel karya Pramoedya Ananta Toer tersebut sangat cocok dengan Iqbaal.

Dilansir dari Suara.com, Hanung mengatakan tokoh Minke maupun Annelies masing-masing berumur 20 dan 17 tahun. Tidak jauh beda dengan umur Iqbaal dan Mawar De Jongh, pemeran Annelies.

"Jadi memang anak-anak muda. Pak Pram berbicara gejolak anak-anak muda. Tokoh Minke tumbuh seiring sejarah perjuangan Bangsa Indonesia sampai kemerdekaan," kata Hanung Bramantyo dalam jumpa pers di Desa Gamplong, Sleman, Yogyakarta, Kamis lalu.

Dengan menggunakan pemain anak muda, menurutnya akan lebih mudah menghidupkan tokoh itu.

Dalam novel Bumi Manusia, Minke digambarkan sebagai seorang pemuda Jawa yang cerdas, tenang dan bijaksana.

Karena merupakan anak seorang Bupati, Ia mendapatkan akses untuk bersekolah di HBS, yang biasanya hanya dihuni murid keturunan Eropa.

Tidak mengikuti jejak ayahnya, Minke malah lebih memilih menjadi pemuda merdeka yang menyerukan pemikirannya di surat kabar menggunakan nama pena Max Tollenaar.

Dalam cerita yang berlatar belakang era pemerintahan Hindia Belanda itu, Minke merupakan sosok pemuda revolusioner yang berani melawan untuk mendapatkan haknya.

Pengalamannya belajar di Amerika selama dua tahun, membuat Iqbaal merasa bisa memahami upaya Minke.

Iqbaal pun menganggap keberanian Minke mempertahankan budayanya setidaknya mirip dengan apa yang dilakukannya kini.

Meski menempuh pendidikan di Amerika Serikat, Iqbaal tetap bangga pertahankan budaya Tanah Air.

"Minke sosok berani dan karismatik yang berani melawan demi budayanya. Itu penting untuk Indonesia saat ini. Indonesia sudah terbawa roots globalisasi. Jadi kita jangan terbawa. Mau udah terbawa arus globalisasi, tapi lo harus tetap menjadi orang Indonesia mengusung budaya Indonesia," kata Iqbaal.

×
Zoomed
TERKINI

Daft Funk Live dikenal sebagai salah satu tribute act paling prestisius di dunia yang menghadirkan interpretasi live dar...

seleb | 08:00 WIB

Titip Bunda di Surga-Mu di Yogyakarta jadi tontonan penuh haru yang mengingatkan arti kebersamaan keluarga sekaligus aja...

seleb | 14:13 WIB

Bandit adalah film action-crime-drama terbaru yang debut di JAFF 2025, menampilkan kisah kelam penuh ketegangan tentang ...

seleb | 22:12 WIB

Film ini memilih tetap berada di era 2000-an untuk merayakan cinta yang tumbuh di tengah reformasi, surat-surat, dan keh...

seleb | 09:24 WIB

LAKON Indonesia mengangkat kekayaan warisan tenun dari Nusa Tenggara Barat....

seleb | 13:53 WIB