Polri dan NNCC Tiongkok Perkuat Kolaborasi Usut Jaringan Narkotika Cair Lintas Negara

Polri dan NNCC Tiongkok perkuat kerja sama usut jaringan narkotika cair lintas negara usai bongkar lab sabu 1,2 ton di Pidie, Aceh.

Elara | MataMata.com
Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:38 WIB
Polri dan NNCC Tiongkok Perkuat Kolaborasi Usut Jaringan Narkotika Cair Lintas Negara

Polri dan NNCC Tiongkok Perkuat Kolaborasi Usut Jaringan Narkotika Cair Lintas Negara

matamata.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok memperkuat kolaborasi untuk membongkar jaringan penyelundup narkotika cair lintas negara. Langkah ini menjadi respons atas ancaman peredaran gelap narkoba yang kian kompleks di kawasan Asia Tenggara.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan NNCC Tiongkok sebelumnya telah membuahkan hasil nyata. Tim gabungan sukses membongkar laboratorium narkoba ilegal (clandestine lab) di Kabupaten Pidie, Aceh. Laboratorium tersebut mengolah sabu cair menjadi sabu kristal.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Polri, sangat serius melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok untuk menguraikan jaringan besarnya," ujar Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dari pengungkapan kasus di Aceh tersebut, petugas mengamankan 11 orang. Sebanyak 10 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara barang bukti berupa 1,2 ton sabu berhasil disita. Saat ini, penyidik tengah memburu pihak pemodal utama di balik operasional laboratorium tersebut.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri merinci bahwa dari 10 tersangka, dua di antaranya merupakan warga negara (WN) Tiongkok dan delapan lainnya warga negara Indonesia (WNI).

Kedua WN Tiongkok tersebut berperan sebagai juru masak atau ahli kimia yang mengolah sabu cair menjadi sabu kristal. Keduanya dijemput oleh tersangka WNI di Malaysia sebelum diboyong ke Aceh.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC Tiongkok, Lan Weihong, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari temuan petunjuk awal pada 2025 mengenai jaringan penyelundupan narkotika cair di kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yang meliputi Myanmar, Thailand, dan Laos.

"Melalui penyelidikan intensif selama satu tahun, kami mendeteksi kelompok kejahatan ini telah beberapa kali menyelundupkan dan mengirimkan narkotika cair dari daerah Myanmar, Thailand, dan Laos ke Indonesia," ungkap Weihong.

NNCC Tiongkok kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada September 2026. Berkat dukungan NNCC Tiongkok dan Kepolisian Malaysia, BNN RI bersama Polri berhasil menggerebek laboratorium narkoba di Aceh pada Oktober 2026. Selain di Indonesia, NNCC Tiongkok juga telah menangkap tujuh orang tersangka di Tiongkok yang terikat dengan jaringan ini.

Weihong menegaskan, keberhasilan operasi gabungan ini membuktikan profesionalisme dan ketegasan Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia dalam memberantas kejahatan narkotika transnasional. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi menjaga keamanan publik dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara. (ANtara)

Baca Juga: Target Sah 15 Desember, DPR Rapat RUU Perampasan Aset Bersama Advokat

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Praktisi hukum Amin Fahrudin meminta RUU Perampasan Aset mengatur pengejaran sisa kerugian negara senilai belasan triliu...

news | 14:00 WIB

Polri dan NNCC Tiongkok perkuat kerja sama usut jaringan narkotika cair lintas negara usai bongkar lab sabu 1,2 ton di P...

news | 13:38 WIB

Komisi III DPR RI mengundang tiga tokoh advokat dalam RDPU RUU Perampasan Aset untuk mengejar target pengesahan UU pada ...

news | 11:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak tuntutan tiket masuk Ancol gratis untuk umum karena alasan biaya perawatan, n...

news | 10:30 WIB

Kemnaker melakukan verifikasi mitra penyelenggara MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak alur, jadwal pendaftar...

news | 11:30 WIB