Pramono Anung Tegaskan Tiket Masuk Ancol Tak Bisa Digratiskan untuk Semua Warga
matamata.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa tiket masuk kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, tidak mungkin digratiskan untuk seluruh lapisan masyarakat. Penegasan ini merespons tuntutan unjuk rasa warga yang meminta pembebasan biaya masuk kawasan wisata tersebut.
Pramono menjelaskan, operasional serta pemeliharaan sarana dan prasarana di kawasan wisata seperti Ancol maupun Taman Margasatwa Ragunan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Saya juga heran kalau ada permintaan untuk gratis bagi semua masyarakat. Ya enggak mungkin lah untuk dipenuhi, karena apa pun untuk merawat dan memelihara, baik di Ancol maupun Ragunan, memerlukan biaya," ujar Pramono di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026) malam.
Kendati menolak pembebasan tarif secara menyeluruh, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap membebaskan biaya masuk Ancol dan Ragunan bagi kelompok masyarakat tertentu, yakni pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
"Ancol dan Ragunan itu gratis bagi anak-anak penerima KJP dan KJMU. Jadi, tidak gratis untuk semua," tutur Pramono.
Sebelumnya, tuntutan pembebasan biaya tiket masuk Ancol disuarakan oleh kelompok massa yang mengatasnamakan Warga Jakarta Bersatu. Mereka mengeluhkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan warga saat memboyong keluarga berwisata ke Ancol.
Juru Bicara Warga Jakarta Bersatu, Andi, menyampaikan keluhan tersebut saat audiensi bersama anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia menyebut tarif tiket masuk dan biaya parkir masing-masing mencapai Rp25.000.
"Bagaimana kalau kita punya anak dua atau tiga, tambah istri, bisa berlima? Dikali Rp25.000 kan lumayan. Jadi, uang untuk berwisata habis hanya untuk tiket masuk," ungkap Andi. (Antara)