Pramono Anung Tegaskan Tiket Masuk Ancol Tak Bisa Digratiskan untuk Semua Warga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak tuntutan tiket masuk Ancol gratis untuk umum karena alasan biaya perawatan, namun fasilitas gratis tetap berlaku bagi pemilik KJP dan KJMU.

Elara | MataMata.com
Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:30 WIB
Pramono Anung Tegaskan Tiket Masuk Ancol Tak Bisa Digratiskan untuk Semua Warga

Pramono Anung Tegaskan Tiket Masuk Ancol Tak Bisa Digratiskan untuk Semua Warga

matamata.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa tiket masuk kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, tidak mungkin digratiskan untuk seluruh lapisan masyarakat. Penegasan ini merespons tuntutan unjuk rasa warga yang meminta pembebasan biaya masuk kawasan wisata tersebut.

Pramono menjelaskan, operasional serta pemeliharaan sarana dan prasarana di kawasan wisata seperti Ancol maupun Taman Margasatwa Ragunan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Saya juga heran kalau ada permintaan untuk gratis bagi semua masyarakat. Ya enggak mungkin lah untuk dipenuhi, karena apa pun untuk merawat dan memelihara, baik di Ancol maupun Ragunan, memerlukan biaya," ujar Pramono di kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026) malam.

Kendati menolak pembebasan tarif secara menyeluruh, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap membebaskan biaya masuk Ancol dan Ragunan bagi kelompok masyarakat tertentu, yakni pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

"Ancol dan Ragunan itu gratis bagi anak-anak penerima KJP dan KJMU. Jadi, tidak gratis untuk semua," tutur Pramono.

Sebelumnya, tuntutan pembebasan biaya tiket masuk Ancol disuarakan oleh kelompok massa yang mengatasnamakan Warga Jakarta Bersatu. Mereka mengeluhkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan warga saat memboyong keluarga berwisata ke Ancol.

Juru Bicara Warga Jakarta Bersatu, Andi, menyampaikan keluhan tersebut saat audiensi bersama anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia menyebut tarif tiket masuk dan biaya parkir masing-masing mencapai Rp25.000.

"Bagaimana kalau kita punya anak dua atau tiga, tambah istri, bisa berlima? Dikali Rp25.000 kan lumayan. Jadi, uang untuk berwisata habis hanya untuk tiket masuk," ungkap Andi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Sutradara Garin Nugroho menangis dan menyerukan "Free Palestine" saat penayangan perdana film Merah Sebelum Fajar di Tok...

news | 10:00 WIB

Menpar Widiyanti Putri Wardhana menyambut peluncuran Eiger Nature Bogor. Simak daya tarik ekowisata, dampak ekonomi loka...

news | 09:18 WIB

Menhut Raja Juli Antoni mengumumkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp125 miliar untuk penanganan karhutla...

news | 17:30 WIB

BRIN menyiapkan uji lapangan inovasi berbasis singkong dan APP untuk memadamkan karhutla, sekaligus mengupayakan bahan s...

news | 17:00 WIB

Pemerintah berencana menyempurnakan definisi korupsi dalam UU Tipikor untuk cegah multitafsir dan selaraskan dengan stan...

news | 16:30 WIB