Menhut: Presiden Prabowo Kucurkan Banpres Rp125 Miliar untuk Penanganan Karhutla Jambi
matamata.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo Subianto menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp125 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Bantuan tersebut dikirimkan langsung kepada pemerintah provinsi dan sejumlah kabupaten dalam dua tahap.
"Alhamdulillah, Bapak Presiden mempunyai perhatian khusus kepada masyarakat Jambi. Bantuan Presiden yang pertama sejumlah Rp85 miliar, dan kemudian minggu yang lalu ada Banpres tahap kedua sebesar Rp40 miliar. Jadi total Rp125 miliar," kata Raja Juli dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Rinciannya, Banpres tahap pertama sebesar Rp85 miliar dialokasikan untuk Pemerintah Provinsi Jambi serta empat kabupaten, yaitu Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun. Sementara itu, tahap kedua sebesar Rp40 miliar disalurkan ke empat wilayah lain, meliputi Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Tebo, dan Bungo.
Menhut meminta pemerintah daerah (pemda) memastikan pengelolaan dana hibah tersebut berjalan secara transparan dan akuntabel. Ia mengimbau pemda berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sejak dini agar penggunaan anggaran tetap sesuai aturan.
"Terus berkoordinasi, jangan sampai nanti malah jadi masalah di kemudian hari. Mohon pendampingannya sejak dini, dilakukan secara transparan dan akuntabel," tegasnya.
Raja Juli menjelaskan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk operasional penanganan karhutla, termasuk pengadaan peralatan penunjang. Jika situasi karhutla mulai mereda, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk langkah kesiapsiagaan seperti pembuatan sumur bor serta penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat.
Penyaluran Banpres ini melengkapi dukungan operasional pemerintah pusat di lapangan yang mencakup pengerahan helikopter, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penyiapan pasukan darat, dan pengadaan sarana fisik lainnya.
Di samping penyaluran bantuan, Menhut menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terulang.
"Ini adalah tanggung jawab kolektif kita. Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang membakar hutan dan lahan," ujar Raja Juli. (Antara)
Baca Juga: DPRD DKI Pertimbangkan Pinjaman SMI Jika Obligasi Daerah Tak Disetujui Pusat