matamata.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Mashudi, melaporkan hasil pemeriksaan sementara terkait dugaan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Mashudi membeberkan setidaknya tujuh poin utama dari hasil investigasi tim independen di lapangan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pendalaman kasus masih terus berjalan.
"Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang lengkap," ujar Mashudi di hadapan anggota legislator.
Berikut tujuh poin penjelasan Dirjenpas terkait temuan di Lapas Cibinong:
- Status Bangunan Mirip Apartemen: Bangunan yang ditemukan saat inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI pada Rabu (23/9) merupakan rumah dinas atau mes pegawai sebanyak 16 unit yang dibangun periode 2021–2025. Dari jumlah tersebut, 3 unit telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN), sementara 13 unit di bantaran Sungai Ciliwung belum terdaftar dan masih didalami status administrasinya.
- Kepemilikan Perabotan dan Miras: Barang-barang seperti televisi, perabotan rumah tangga, sofa, springbed, kulkas, hingga tiga botol wiski dan satu botol bir dipastikan merupakan milik pribadi Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib).
- Bingkai Foto Warga Binaan: Foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin yang sempat viral dijelaskan sebagai barang hasil razia penertiban keamanan yang belum dimusnahkan.
- Fasilitas di Area SAE: Bangunan menyerupai penginapan dan kontainer di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) merupakan kantor operasional penggemukan sapi (dibangun dengan APBN 2016) dan wisma peristirahatan pegawai (APBN 2017).
- Klarifikasi Simulator Golf: Area yang diduga sebagai tempat simulator golf diklarifikasi sebagai ruangan yang sedang disiapkan untuk fasilitas loker pegawai.
- Area Parkir Kendaraan: Lahan di area SAE yang disinyalir sebagai area parkir mobil merupakan jalur alternatif darurat saat kantong parkir utama penuh.
- Isu Jalur Tikus: Tim investigasi tidak menemukan adanya jalur tikus di area lapas karena seluruh lokasi dikelilingi oleh aliran deras Sungai Ciliwung.
Ditjenpas memastikan pilihan tindakan tegas maupun pembenahan administrasi akan ditetapkan secepatnya setelah seluruh rangkaian investigasi rampung. (Antara)