Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

Menko Yusril Ihza Mahendra mempersilakan media mengecek langsung temuan Ombudsman RI terkait dugaan fasilitas mewah berstandar apartemen di Lapas Cibinong.

Elara | MataMata.com
Kamis, 24 September 2026 | 14:15 WIB
Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mempersilakan media massa memeriksa secara langsung temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait dugaan keberadaan fasilitas mewah berstandar apartemen di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Langkah ini diambil menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ORI pada Rabu (23/9/2026). Dalam sidak tersebut, ORI menemukan sejumlah fasilitas lengkap seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga minuman beralkohol di kawasan belakang lapas.

"Apakah benar ada fasilitas mewah berstandar apartemen di sana? Kalau ada, pastikan fasilitas apa itu. Apakah rumah pegawai di dalam lapas, tempat asimilasi narapidana menjelang bebas, atau memang benar fasilitas mewah untuk narapidana tertentu yang sanggup membayar," ujar Yusril di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Yusril mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Keduanya sepakat untuk memberikan akses terbuka bagi media massa agar dapat meliput langsung kondisi di lapangan.

Ia menegaskan agar seluruh pihak bertindak transparan dan tidak menutupi fakta. Jika ada pejabat atau pegawai Lapas Cibinong yang terbukti bersalah menyediakan apalagi mengomersialkan fasilitas tersebut, Kementerian Imipas tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas.

"Jangan ada dusta di antara kita, tetapi jangan pula ada fitnah di antara kita," kata Yusril.

Sebaliknya, jika temuan tersebut kurang tepat atau terjadi salah persepsi, ia meminta jajaran ORI menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.

Sebelumnya, Anggota ORI Fikri Yasin mengungkapkan bahwa fasilitas yang ditemukan berada di kawasan belakang lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

ORI menemukan lebih dari 10 kamar berukuran sekitar tipe 36 dengan perabotan rumah tangga lengkap, serta mendapati sekitar 6–7 orang yang diduga warga binaan di area tersebut.

Sidak pada Rabu (23/9/2026) ini merupakan yang kedua kalinya digelar ORI pada 2026, setelah sidak pertama pada Juli lalu gagal karena tim tak diizinkan masuk. Pada sidak kedua, tim ORI juga sempat dihalangi hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan yang menyebabkan kaki salah satu petugas ORI terjepit.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Insentif Motor Listrik Cair Tahun Ini, Masih Menunggu PMK

Sementara itu, Anggota ORI Syafrida Rachmawati Rasahan menambahkan bahwa pihak lapas mengklaim bangunan di sekitar rumah dinas kalapas tersebut merupakan tempat istirahat petugas.

Namun, ORI mendapati sejumlah botol minuman beralkohol di dalam kulkas dan tempat sampah kawasan lapas. Syafrida menegaskan pihaknya masih mendalami temuan ini dan meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum ada kejelasan status kepemilikannya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menko Yusril Ihza Mahendra mempersilakan media mengecek langsung temuan Ombudsman RI terkait dugaan fasilitas mewah bers...

news | 14:15 WIB

Pemerintah siapkan anggaran khusus dan bantuan alat berat bagi warga yang ingin membuka lahan tanpa membakar demi menceg...

news | 13:45 WIB

DPR RI meminta Komisi XIII mendalami temuan Ombudsman terkait dugaan fasilitas mewah berstandar apartemen dan miras di L...

news | 13:30 WIB

Pemerintah berkomitmen merealisasikan insentif motor listrik Rp3 juta pada tahun 2026. Pencairan kini tinggal menunggu p...

news | 13:15 WIB

DPR RI memastikan seluruh usulan revisi UU Pemilu dari parpol parlemen, nonparlemen, hingga publik akan ditampung Komisi...

news | 13:00 WIB