Pramono Anung Soal Program Bela Negara Pelajar DKI: Buat Mereka Cintai Negara

Gubernur DKI Pramono Anung menilai program bela negara bagi pelajar dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Simak penjelasannya di sini.

Elara | MataMata.com
Kamis, 10 September 2026 | 12:58 WIB
Pramono Anung Soal Program Bela Negara Pelajar DKI: Buat Mereka Cintai Negara

Pramono Anung Soal Program Bela Negara Pelajar DKI: Buat Mereka Cintai Negara

matamata.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menilai program pelatihan bela negara bagi para pelajar di barak militer efektif menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap tanah air.

"Menurut saya, program ini baik untuk membuat terutama para pelajar lebih menghargai dan menyayangi negaranya sendiri," ujar Pramono usai meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Pramono menjelaskan, program bela negara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Polda Metro Jaya. Pesertanya tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga kawasan sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Untuk wilayah Jakarta, Pramono menyebutkan awalnya terdapat 29 pelajar yang terdaftar. Namun, pada akhirnya sebanyak 27 pelajar yang resmi mengikuti pelatihan tersebut.

Mengenai teknis pelaksanaan dan materi pembekalan, Pramono mengarahkan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung ke pihak penyelenggara. "Kalau mengenai detailnya, karena yang melakukan adalah Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya, tolong ditanyakan pada instansi yang bersangkutan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan bahwa para pelajar asal DKI Jakarta mengikuti pembekalan bela negara di barak kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Program ini diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya. Nahdiana mengungkapkan, para peserta merupakan anak di bawah umur yang sebelumnya terjaring saat aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabo...

news | 14:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus dan KJMU lanjutan untuk 36.295 penerima dengan total anggaran lebih dari ...

news | 10:30 WIB

Duta Palma Group hadapi sidang tuntutan kasus korupsi perkebunan kelapa sawit di Riau dan TPPU senilai puluhan triliun d...

news | 10:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan plafon biaya oper...

news | 09:44 WIB

Presiden AS Donald Trump umumkan penghentian bantuan militer Rp63 triliun per tahun untuk Israel mulai akhir 2026. Pejab...

news | 07:00 WIB