Wapres Gibran Dorong Inovasi Teknologi ITB Berdampak Luas dan Tembus Industri

Wapres Gibran Rakabuming mendorong karya inovasi teknologi mahasiswa ITB masuk ke dunia industri, mulai dari sensor pendeteksi karhutla hingga AI pemitigasi banjir.

Elara | MataMata.com
Kamis, 10 September 2026 | 12:50 WIB
Wapres Gibran Dorong Inovasi Teknologi ITB Berdampak Luas dan Tembus Industri

Wapres Gibran Dorong Inovasi Teknologi ITB Berdampak Luas dan Tembus Industri

matamata.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong hasil inovasi mahasiswa agar tidak berhenti pada tahap penelitian. Wapres berkomitmen membuka akses ke dunia industri agar berbagai karya teknologi kampus dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.

Dorongan tersebut disampaikan Wapres saat menerima audiensi lima tim mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Dalam pertemuan itu, Wapres mengapresiasi jajaran inovasi mahasiswa yang berpotensi menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor.

Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB, Augie Widyotriatmo, mengonfirmasi bahwa Wapres memberikan perhatian besar terhadap paparan para mahasiswa.

"Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan, dan beliau tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan," kata Augie melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Salah satu teknologi yang menarik perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense. Dosen dan mahasiswa ITB merancang teknologi pemantauan lingkungan ini untuk mendeteksi perubahan kualitas udara akibat paparan asap, yang menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perwakilan Tim Eaglesense, Jhon Christabel Fausta Silalahi, menjelaskan bahwa inovasinya mengintegrasikan wahana drone dan kitbox sensor pengukur kualitas udara. Data hasil pemantauan terkirim secara real-time ke basis data dan ditampilkan dalam dasbor khusus.

"Pemanfaatan drone memungkinkan pengumpulan data kualitas udara di area yang luas dan sulit dijangkau, sehingga gambaran kondisi lingkungan didapat lebih cepat," ujar Jhon.

Selain Eaglesense, empat tim mahasiswa ITB lainnya turut memamerkan karya unggulan mereka:

  • Intv-ML: Teknologi berbasis machine learning untuk menentukan sumur minyak optimal dalam proses well intervention.
  • Concorde Systems: Sistem manajemen terkomputerisasi untuk pemeliharaan aset dan alat berat.
  • SIGAP: Kendaraan darat tanpa awak (unmanned ground vehicle) modular yang dapat difungsikan untuk pemotong rumput area hijau hingga penyemprot pupuk berbasis NPK sensor.
  • Noah AI: Sistem kecerdasan buatan untuk memprediksi dan memitigasi bencana banjir.

Melalui dorongan pemerintah dan konektivitas sektor industri, berbagai inovasi tersebut diharapkan terus disempurnakan hingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penanganan masalah nasional. (Antara)

Baca Juga: Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Tim SAR Banten Perluas Pencarian ke Utara Gunung Anak Krakatau

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua MPR Ahmad Muzani mengajak masyarakat mendoakan 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda saat m...

news | 13:11 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung menilai program bela negara bagi pelajar dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Simak penjel...

news | 12:58 WIB

Wapres Gibran Rakabuming mendorong karya inovasi teknologi mahasiswa ITB masuk ke dunia industri, mulai dari sensor pend...

news | 12:50 WIB

Tim SAR Banten memperluas pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda ke sisi utara Gunung Anak Krakatau aki...

news | 10:41 WIB

Pemkot Jakarta Timur menertibkan 792 meter kabel udara semrawut di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX, Cakung, untuk dipinda...

news | 09:30 WIB