Bantuan Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok: BUMN dan ITDC Salurkan Rp2 Miliar
matamata.com - Gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investor di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan logistik serta dana kemanusiaan senilai Rp2 miliar untuk warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ditunjuk sebagai penanggung jawab (person in charge/PIC) penyaluran bantuan tanggap bencana tersebut. ITDC bertugas mengoordinasikan dukungan dari BUMN dan para pemangku kepentingan agar penyaluran tepat sasaran.
"Dukungan juga diberikan oleh salah satu investor di The Mandalika dengan komitmen bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Kampung Adat Sasak Sade sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran," ujar Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, di Lombok Tengah, Selasa (25/8/2026).
Troy menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen gotong royong bersama pemerintah daerah. "Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung pemanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak," lanjutnya.
Pada malam musibah, ITDC mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki air, serta membagikan 700 paket makanan siap santap. Memasuki tahap tanggap darurat pada Senin (24/8/2026), bantuan diperluas dengan menyalurkan 45 unit kasur lipat, 50 selimut, 240 paket sanitasi kewanitaan, dan 240 popok bayi.
Sejumlah BUMN lain turut bergerak. PT PLN (Persero) menyalurkan paket sembako dan kebutuhan dasar; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyerahkan kasur lipat, selimut, karpet, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah; sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyokong penyediaan bahan pangan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemprov NTB telah mendirikan posko tanggap darurat yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rambitan di bawah komando Kepala BPBD Lombok Tengah, lengkap dengan fasilitas dapur umum.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran hebat tersebut menghanguskan 75 unit rumah warga, satu bangunan masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 toko kerajinan (artshop), Bale Beleq, toilet umum wisatawan, hingga gerbang masuk Desa Adat Sade. (Antara)