Menhaj Minta Rakernas Evaluasi Haji 2026 Buka-bukaan Soal Kekurangan Pelayanan
matamata.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 menjadi forum yang terbuka. Forum ini diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kekurangan selama pelaksanaan haji sebagai dasar perbaikan pelayanan ke depan.
“Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini tentu menjadi peluang dan kesempatan untuk kita menemukan berbagai kekurangan guna memperbaiki pelayanan haji ke depan,” kata Menhaj Irfan saat membuka Rakernas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Rakernas tersebut diikuti oleh seluruh pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tingkat pusat maupun daerah, dan dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Menurut Irfan, seluruh kekurangan dari pelaksanaan haji tahun ini perlu diungkap secara transparan. Ia menegaskan, tujuannya adalah murni untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya, bukan untuk mencari pihak yang disalahkan.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dari Menhaj adalah layanan kesehatan jamaah. Meski angka kematian jamaah haji tahun ini berhasil ditekan hingga sekitar 25 persen dibanding tahun lalu, jumlahnya dinilai masih cukup tinggi.
"Angka kematian 350-an jiwa itu masih besar. Karena itu, salah satu PR (pekerjaan rumah) kita nanti adalah terkait dengan istitha’ah kesehatan,” ujarnya.
Selain mengevaluasi kekurangan, Irfan mengapresiasi sejumlah kemajuan dan inovasi pelayanan yang berhasil diterapkan tahun ini. Beberapa di antaranya meliputi alokasi kuota haji provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta, serta penerapan Kartu Nusuk yang sudah dibagikan kepada jamaah sejak masih di Tanah Air.
Ia menilai berbagai pembaruan tersebut telah memberikan manfaat langsung bagi jamaah, meski tetap memerlukan penyempurnaan.
Di sisi lain, Irfan secara khusus menyoroti operasional di Mina, Arab Saudi, yang dinilai masih menjadi titik lemah pelayanan tahun ini. Ia menginstruksikan para peserta Rakernas untuk merumuskan langkah konkret demi meningkatkan layanan di kawasan tersebut.
“Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin. Apa pun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada Rakernas evaluasi ini,” tegas Menhaj.
Sebagai langkah lanjutan pasca-evaluasi, Kemenhaj juga berencana menggelar retret bagi jajaran kementerian. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari segi fisik, mental, maupun membangun kekompakan antar-personel dalam menyambut musim haji mendatang. (Antara)