Menkeu Purbaya Targetkan Penerbitan Panda Bonds 1 Miliar Dolar AS Tahun Ini

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerbitan surat utang Panda Bonds senilai 1 miliar dolar AS tahun ini demi perkuat stabilitas rupiah dan diversifikasi anggaran.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Kamis malam (18/6). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Kamis malam (18/6). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Matamata.com - Pemerintah Indonesia membidik target penerbitan surat utang Panda Bonds senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,4 triliun) pada tahun ini. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai, terlebih setelah mengantongi dukungan penuh dari otoritas keuangan China.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS. Tapi kita lihat market (pasar)-nya seperti apa. Kalau bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung kondisi pasar," kata Purbaya kepada ANTARA di Beijing, Kamis (18/6/2026) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu usai melakukan rangkaian pertemuan resmi di China pada 16–19 Juni 2026. Purbaya bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, pihak bank sentral People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor potensial.

Sebagai informasi, Panda Bonds adalah surat utang dalam mata uang yuan atau renminbi yang diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga asing di pasar obligasi domestik China. Melalui instrumen ini, Indonesia dapat menjual surat utang langsung kepada investor di China daratan.

Untuk merealisasikan rencana ini, pemerintah harus mengantongi izin dari PBOC dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII). Purbaya mengungkapkan bahwa bank sentral China merespons positif dan meminta agar dokumen perizinan segera dilengkapi.

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan. Memang dari pihak underwriter (penjamin emisi) belum dimasukkan. PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat langsung memproses. Dukungan mereka amat baik," tambah Purbaya.

Jika proses perizinan berjalan lancar, Menkeu memproyeksikan masa penawaran awal atau book building dapat dimulai dalam waktu dekat.

"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya, begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkapnya.

Purbaya menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bonds didasari oleh keinginan pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan pembangunan agar tidak bergantung pada satu mata uang saja. Apalagi, Indonesia dan China telah memiliki kerja sama transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT).

Baca Juga: Vino G. Bastian Ungkap Film 'Tanah Runtuh', Berdayakan Pemain Down Syndrome

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan China. Saya akan coba memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tersebut sehingga langsung ke rupiah dan mengurangi tekanan terhadap rupiah," jelas Purbaya.

Dukungan kuat juga datang dari Menkeu China, Lan Fo’an. Mengingat Kementerian Keuangan China membawahi banyak BUMN yang menjadi calon investor, restu dari mereka dinilai menjadi kunci keberhasilan penerbitan obligasi ini.

Secara umum, Panda Bonds memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi Indonesia:

  • Diversifikasi Pendanaan: Membuka akses ke pasar keuangan China yang memiliki likuiditas besar di luar pasar berbasis dolar AS atau euro.
  • Efisiensi Biaya: Suku bunga di pasar China cenderung kompetitif, sehingga berpotensi menghasilkan biaya pinjaman yang lebih rendah.
  • Mitigasi Risiko Kurs: Penggunaan yuan secara langsung dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, menekan fluktuasi kurs, dan memperkuat cadangan devisa.

Dana yang dihimpun dari penerbitan Panda Bonds ini nantinya akan dialokasikan untuk membiayai kebutuhan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), proyek infrastruktur, serta investasi strategis lainnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

CIO Danantara Pandu Sjahrir menyebut perdamaian AS dan Iran berdampak positif bagi ekonomi RI, terutama stabilitas fiska...

news | 08:15 WIB

Mensos sekaligus Sekjen PBNU Gus Ipul mengadukan media siber Suara Merdeka ke Dewan Pers terkait artikel opini negatif. ...

news | 07:15 WIB

Kejagung resmi menyita satu unit Toyota Alphard milik tersangka Asep Yusuf Soemantri terkait kasus korupsi tata kelola p...

news | 06:15 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia optimistis implementasi program B50 per 1 Juli 2026 bisa menghentikan impor solar C48 dan ...

news | 16:40 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan 90 persen perusahaan kelapa sawit telah menaikkan harga TBS petani menyusul pengaw...

news | 16:36 WIB

Mendagri Tito Karnavian menyebut pemulihan pascabencana Sumatera berjalan positif, dengan pembangunan huntara mencapai 9...

news | 16:32 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Ndona, Ende, NTT. Wapres menyoroti makanan...

news | 12:24 WIB

Mendag Budi Santoso memastikan HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter. Pemerintah kini fokus genjot distribusi ke pasar ...

news | 11:00 WIB

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno meminta Kementerian ESDM mengevaluasi pagu anggaran 2027. Anggaran EBT senilai Rp1,5 trili...

news | 10:30 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sukses mengamankan pendanaan 17 miliar dolar AS dari AIIB untuk pembangunan 2025-2029. AIIB ...

news | 09:15 WIB