Mentan Sebut 90 Persen Perusahaan Kelapa Sawit Telah Naikkan Harga TBS Petani

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan 90 persen perusahaan kelapa sawit telah menaikkan harga TBS petani menyusul pengawasan ketat dari Kementan dan Satgas Pangan.

Elara | MataMata.com
Kamis, 18 Juni 2026 | 16:36 WIB
Mentan Sebut 90 Persen Perusahaan Kelapa Sawit Telah Naikkan Harga TBS Petani

Mentan Sebut 90 Persen Perusahaan Kelapa Sawit Telah Naikkan Harga TBS Petani

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa sekitar 90 persen perusahaan kelapa sawit di Indonesia kini telah menaikkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Langkah ini terjadi setelah pemerintah memperketat pengawasan tata niaga komoditas tersebut.

"Harga TBS kelapa sawit sudah naik, dari awalnya 80 hingga 85 persen, saat ini mungkin sudah 90 persen yang naik. Namun, bagi perusahaan yang belum menaikkan harga, tetap kita telusuri bersama Satgas Pangan," ujar Amran saat memberikan keterangan di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/6/2026).

Menurut Amran, intervensi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan Polri mulai menunjukkan hasil nyata. Sebelumnya, pemerintah mengidentifikasi sekitar 270 perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS dengan kondisi pasar. Saat ini, angka tersebut menyusut drastis menjadi kisaran 130 perusahaan.

"Kemarin kan ada 270, sekarang tinggal 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Sinyalnya sudah positif naik, tetapi kita monitor terus di seluruh Indonesia agar harganya stabil, bukan naik lalu tiba-tiba turun kembali," tegas Amran.

Perbaikan harga ini merupakan hasil dari sedikitnya tiga kali pertemuan intensif antara Kementan, pelaku usaha, asosiasi, serta perwakilan petani sawit. Langkah tegas ini diambil menyusul anjloknya harga TBS beberapa waktu lalu, yang dinilai tidak wajar di tengah lonjakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global dan penguatan mata uang dolar AS.

Amran menambahkan, keberpihakan terhadap sekitar 15 juta petani sawit nasional merupakan arahan langsung dari Presiden. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjadi wasit yang adil guna menjaga keseimbangan ekosistem industri ini.

"Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan. Pengawasan akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil di seluruh sentra sawit nasional," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenko Pangan siapkan program Desa Tematik Perikanan di 40.000 lokasi. Targetkan produksi 1,2 juta ton ikan, suplai MBG...

news | 17:47 WIB

KPK memanggil anak anggota DPR Anwar Sadad sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim. Simak daftar len...

news | 15:21 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa perluasan perjanjian perdagangan internasional dengan Amerika Serikat ...

news | 13:53 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak penguatan keselamatan transportasi laut menyusul rentetan kecelakaan kapal di awal 2...

news | 13:15 WIB

Mendes PDT Yandri Susanto membantah tegas isu hoaks terkait Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang disebut akan mematik...

news | 12:18 WIB