RI Impor 90% Bawang Putih, Kementan Targetkan Swasembada dalam 3 Tahun Lewat Strategi Ini

Kementan targetkan RI swasembada bawang putih dalam 3-4 tahun ke depan. Simak strategi Wamentan Sudaryono mulai dari skema pinjaman bibit hingga pangkas impor.

Elara | MataMata.com
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:14 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membidik target swasembada bawang putih dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Langkah strategis ini ditempuh melalui perluasan lahan tanam masif dan penguatan sistem pembibitan nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan bahwa target ini ditetapkan demi memangkas ketergantungan impor bawang putih yang saat ini masih mendominasi lebih dari 90 persen kebutuhan domestik.

"Kita butuh at least (setidaknya) tiga sampai empat tahun untuk bisa mencapai swasembada bawang putih ini," ujar Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sudaryono, total kebutuhan lahan untuk mencapai swasembada diperkirakan mencapai 100 ribu hektare. Luasan ini tergolong jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan lahan swasembada beras yang menyentuh angka jutaan hektare.

Kendati demikian, tantangan terbesar program ini bukan pada minat petani, melainkan pada penyediaan lahan yang adaptif serta ketersediaan bibit dalam skala besar. Bawang putih memerlukan kondisi agroklimat khusus di dataran tinggi, sehingga tidak bisa ditanam di sembarang wilayah.

Saat ini, Kementan fokus mengoptimalkan beberapa sentra yang sudah berjalan, seperti Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Skema Pinjaman Bibit dan Dukungan APBN Untuk mengatasi masalah modal pembibitan yang tinggi—mencapai Rp120 juta per hektare dengan komponen bibit sebesar Rp75 juta—pemerintah mengucurkan stimulus khusus lewat APBN 2026.

Pemerintah menyiapkan pembibitan bawang putih seluas 5.000 hektare pada tahun ini. Selain itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta didorong untuk ikut mengembangkan sekitar 20 ribu hektare lahan pendukung.

Kementan juga menerapkan skema pinjaman bibit bergulir untuk meringankan beban para petani penangkar.

"Skemanya, Rp75 juta dari total biaya per hektare itu diberikan dalam bentuk pinjaman bibit dari Kementan. Setelah panen dan jadi bibit baru, petani mengembalikan satu setengah kali lipat dari jumlah awal, sisanya boleh dijual bebas. Hasil pengembalian itu kita putar lagi ke petani lain," kata Sudaryono.

Baca Juga: Menteri HAM Sebut Kajian Komnas HAM Soal Program Makan Bergizi Gratis Terlalu Dini

Kolaborasi BUMN dan Substitusi Impor Guna memastikan ekosistem bisnis berjalan lancar, Perum Bulog dan ID Food akan bertindak sebagai penyerap hasil panen (offtaker). Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dilibatkan untuk menyediakan lahan tanam memanfaatkan kawasan perkebunan dataran tinggi yang sudah tidak produktif, seperti eks-lahan kebun teh.

Sudaryono optimistis dampak dari program pembibitan ini akan mulai terasa pada pertengahan tahun depan dengan berkurangnya volume impor.

"Paling tidak, mulai tengah tahun depan sudah ada pengurangan dari kuota impor yang ada seiring bertambahnya ketersediaan bibit dan produksi dalam negeri," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming Raka berkomitmen perbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Mera...

news | 19:17 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai menilai kajian Komnas HAM terkait risiko pelanggaran HAM di program Makan Bergizi Gratis (MBG...

news | 19:07 WIB

Kementerian UMKM tegaskan pentingnya kepemilikan NIB bagi pelaku usaha untuk akses pembiayaan dan program pemerintah. Si...

news | 19:04 WIB

Para pemimpin G7 dalam KTT di Prancis sepakat mempercepat pasokan rudal jarak jauh ke Ukraina dan menyambut baik kesepak...

news | 18:00 WIB

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto adalah mandat ra...

news | 11:17 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Eropa dan AS siap duduk satu meja dengan Rusia untuk negosiasi damai Ukraina. ...

news | 09:17 WIB

Ukraina mengklaim serangan militernya ke 16 kilang minyak berhasil memangkas produksi minyak Rusia ke level terendah tah...

news | 08:00 WIB

Kemnaker mengimbau peserta MagangHub Batch III Angkatan I segera melengkapi syarat administrasi sebelum 18 Juni 2026 dem...

news | 07:00 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB