Menteri HAM Sebut Kajian Komnas HAM Soal Program Makan Bergizi Gratis Terlalu Dini

Menteri HAM Natalius Pigai menilai kajian Komnas HAM terkait risiko pelanggaran HAM di program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlalu dini. Ini penjelasan lengkapnya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:07 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menjawab pertanyaan pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menjawab pertanyaan pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Matamata.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai terlalu dini untuk menyatakan adanya risiko atau dugaan pelanggaran HAM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini merespons hasil kajian Komisi Nasional (Komnas) HAM yang menyebut perencanaan dan pelaksanaan program tersebut menyimpan potensi risiko HAM.

Menurut Pigai, berdasarkan standar internasional, suatu program yang masih dalam proses pembangunan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak boleh langsung dinilai sebagai bentuk pelanggaran HAM.

"Di standar internasional, sesuatu yang sedang proses pembangunan, proses pemenuhan kebutuhan, itu tidak boleh dinilai sebagai pelaku pelanggaran HAM," ujar Pigai usai rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pigai menjelaskan bahwa penilaian atau evaluasi terkait pelanggaran HAM idealnya dilakukan setelah program selesai dilaksanakan. Jika ditemukan kekurangan dalam proses berjalan, hal tersebut seharusnya menjadi catatan evaluasi untuk penguatan program, bukan langsung dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

"Tetapi (dalam) tahapan-tahapan, kalau ada kekurangan, itu dievaluasi," tambahnya.

Terkait adanya kasus keracunan siswa yang terjadi dalam uji coba atau pelaksanaan MBG di beberapa daerah, Pigai menegaskan bahwa insiden tersebut lebih tepat ditinjau dari perspektif hukum pidana atau kesalahan manajemen, bukan persoalan HAM.

"Itu (kasus keracunan) ranah hukum pidana, karena program ini baru tahap pembangunan. Makanya, perlu dipahami lagi prinsip-prinsip dasar HAM," tutur Pigai.

Sebelumnya, Komnas HAM merilis hasil kajian dan pemantauan di sejumlah daerah terkait pelaksanaan program MBG. Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, menyatakan adanya keperluan penyempurnaan regulasi dan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam konferensi pers pada Senin (15/6/2026), Komnas HAM merekomendasikan agar setiap SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta sertifikasi keamanan pangan sejak awal beroperasi.

Selain itu, Komnas HAM juga mendorong percepatan pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan risiko tengkes (stunting) tinggi, seperti kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. (Antara)

Baca Juga: Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementan targetkan RI swasembada bawang putih dalam 3-4 tahun ke depan. Simak strategi Wamentan Sudaryono mulai dari ske...

news | 19:14 WIB

Kementerian UMKM tegaskan pentingnya kepemilikan NIB bagi pelaku usaha untuk akses pembiayaan dan program pemerintah. Si...

news | 19:04 WIB

Para pemimpin G7 dalam KTT di Prancis sepakat mempercepat pasokan rudal jarak jauh ke Ukraina dan menyambut baik kesepak...

news | 18:00 WIB

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto adalah mandat ra...

news | 11:17 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Eropa dan AS siap duduk satu meja dengan Rusia untuk negosiasi damai Ukraina. ...

news | 09:17 WIB

Ukraina mengklaim serangan militernya ke 16 kilang minyak berhasil memangkas produksi minyak Rusia ke level terendah tah...

news | 08:00 WIB

Kemnaker mengimbau peserta MagangHub Batch III Angkatan I segera melengkapi syarat administrasi sebelum 18 Juni 2026 dem...

news | 07:00 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya pemenuhan hak dasar warga, bukan p...

news | 14:32 WIB

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul ...

news | 10:55 WIB

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Horm...

news | 10:00 WIB