Presiden Iran Perintahkan Pemulihan Internet Total Pasca-Protes Nasional

Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi memerintahkan pemulihan total akses internet pasca-pembatasan ketat akibat gelombang protes nasional awal tahun ini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 26 Mei 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi: Warga Iran membawa bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai yang menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru Mojtaba Khamenei, yang membentang dari Lapangan Imam Hussein ke Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahram AnadoluAgency/pri.

Ilustrasi: Warga Iran membawa bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai yang menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru Mojtaba Khamenei, yang membentang dari Lapangan Imam Hussein ke Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahram AnadoluAgency/pri.

Matamata.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memerintahkan pemulihan layanan internet di seluruh negeri ke tingkat normal seperti sebelum aksi protes massal meletus pada Januari lalu. Instruksi tersebut dilaporkan oleh Kantor Berita Mehr pada Senin (25/5/2026).

Sebelumnya, gelombang protes nasional melanda Iran sejak akhir Desember 2025 dan terus memuncak pada awal tahun ini. Demonstrasi besar-besaran tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi yang kian menghimpit warga, menyusul depresiasi tajam mata uang rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Guna membatasi komunikasi antar-demonstran dan meredam penyebaran konten terkait kerusuhan, otoritas Iran sempat memberlakukan pembatasan internet secara luas serta pemadaman jaringan berkala di berbagai wilayah.

Konflik tersebut memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Pemerintah Iran merilis data resmi bahwa sebanyak 3.117 orang tewas dalam gelombang demonstrasi tersebut. Namun, angka ini berbeda jauh dengan laporan sejumlah organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional, yang memperkirakan jumlah korban tewas telah mencapai 7.000 orang.

Terkait situasi dalam negeri yang memanas, pihak berwenang Iran mengakui adanya ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi. Meski demikian, Teheran menuduh Amerika Serikat dan Israel sengaja mengeksploitasi kerusuhan tersebut melalui sanksi dan tekanan politik.

Iran menilai tindakan tersebut merupakan upaya asing untuk memicu ketidakstabilan demi membenarkan intervensi internasional dan pergantian rezim. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menbud Fadli Zon menegaskan momentum Iduladha 1447 H harus memperkuat solidaritas sosial. Kementerian Kebudayaan salurka...

news | 14:02 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polri mengusut tuntas sindikat penipuan jual-beli titik SPPG Makan Bergizi Gratis yang...

news | 13:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyumbang sapi kurban jumbo seberat 1,2 ton untuk warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabu...

news | 13:55 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sistem penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal ramah lingk...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Limousin seberat 950 kg dari peternak lokal PPU untuk disalurkan pad...

news | 10:09 WIB

Indonesia surplus gas 2.500 MMCSFD. Kementerian ESDM dorong penggunaan LNG ritel dengan tabung VGL untuk substitusi BBM ...

news | 10:03 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran harus diserahkan ke AS atau dimusnahkan, seiring rumor kesepakatan...

news | 09:30 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah menutup rapat keran impor beras dan fokus meningkatkan produksi pangan dalam ne...

news | 07:15 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal da...

news | 06:00 WIB

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB