Mendes Yandri Susanto Tegaskan Dana Desa Tidak Dipotong Pusat, Ini Penjelasannya

Mendes PDT Yandri Susanto membantah tegas isu pemotongan dana desa oleh pemerintah pusat. Simak penjelasan lengkap mengenai tata kelola baru melalui Kopdes Merah Putih.

Elara | MataMata.com
Senin, 13 April 2026 | 13:30 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani di ruang kerjanya di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Wakil Bupati Majene Andi Ritamariani di ruang kerjanya di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT

Matamata.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan klarifikasi tegas terkait isu pemotongan dana desa oleh pemerintah pusat. Yandri memastikan bahwa anggaran untuk desa tetap utuh dan tidak diambil kembali oleh pusat.

“Jadi, (dana desa) tidak diambil oleh pusat. Presiden Prabowo atau Menteri Desa tidak pernah mengambil dana desa, tidak," ujar Yandri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Yandri menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan penataan ulang terhadap tata kelola dan pemanfaatan dana desa. Tujuannya agar penggunaan anggaran tersebut lebih terukur dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga desa.

Salah satu langkah konkretnya adalah melalui pembentukan unit usaha desa yang berfungsi untuk memberantas praktik rentenir dan tengkulak. Unit usaha ini nantinya akan berperan sebagai off-taker hasil bumi, serta mengelola penyaluran kebutuhan pokok seperti pupuk dan gas.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat meninjau Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia kembali menekankan bahwa informasi mengenai pemotongan dana desa adalah tidak benar.

“Ini dibuat tata kelolanya yang lebih masif, lebih banyak, dan lebih terukur melalui program yang mulia (Kopdes),” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MPR RI ini menjelaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih di seluruh desa merupakan instrumen untuk mewujudkan Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto. Visi tersebut berfokus pada pembangunan dari desa dan dari bawah guna memerangi kemiskinan serta menciptakan pemerataan ekonomi.

Guna mendukung penguatan ekonomi lokal, Yandri bahkan mengusulkan penghentian izin baru bagi ritel modern di wilayah desa. Peran ritel tersebut nantinya akan digantikan oleh Kopdes Merah Putih agar perputaran uang tetap berada di desa.

Ia pun mengajak masyarakat desa untuk menyukseskan program koperasi ini. Yandri memaparkan skema keuntungan yang menggiurkan bagi warga: 80 persen sisa hasil usaha (SHU) akan dikembalikan kepada anggota koperasi (masyarakat), sementara 20 persen sisanya menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). (Antara)

Baca Juga: Prabowo ke Rusia, Boyong Bahlil Lahadalia Demi Amankan Pasokan Minyak Nasional

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak krono...

news | 09:52 WIB

Pemerintah menyiapkan 24 ribu hektare lahan di Jawa untuk megaproyek PLTS 100 GW target Presiden Prabowo. Investasi temb...

news | 18:52 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan 29.400 dapur program Makan Bergizi Gratis lolos verifikasi. BGN jamin efisiensi an...

news | 18:47 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang membuahkan 4 kesepak...

news | 17:15 WIB

Komisi X DPR RI meminta Kemendikdasmen menerapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto soal pelajaran bahasa Prancis di s...

news | 16:15 WIB

Kementerian ATR/BPN membeberkan alur resmi jual beli tanah dan syarat balik nama sertifikat. Simak panduan lengkap dan c...

news | 15:15 WIB

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan pelibatan TNI AD dalam mengatasi aksi begal adalah sah lewat aturan OMSP...

news | 14:00 WIB

Ahli gizi Uhamka sebut fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kelompok 3B (ibu hamil, menyusui, balita) sangat st...

news | 13:30 WIB

Kemkomdigi resmi mewajibkan registrasi kartu SIM (nomor HP) baru menggunakan biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Prosesny...

news | 12:45 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee...

news | 11:27 WIB