Pezeshkian: Iran Siap Capai Kesepakatan Adil dengan AS, Asal Tak Ada Standar Ganda

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan siap mencapai kesepakatan adil dengan AS demi perdamaian Timur Tengah, namun menolak standar ganda Washington.

Elara | MataMata.com
Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB
Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam 'Dewan untuk Pengembangan Budaya Al-Quran' di Teheran, Iran, pada 24 Februari 2026. ANTARA/Iranian Presidency/Anadolu/pri.

Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam 'Dewan untuk Pengembangan Budaya Al-Quran' di Teheran, Iran, pada 24 Februari 2026. ANTARA/Iranian Presidency/Anadolu/pri.

Matamata.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk mencapai kesepakatan yang seimbang dan adil dengan Amerika Serikat (AS). Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan nasional Iran tetap menjadi garis merah yang tidak dapat ditawar dalam setiap proses perundingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (12/4/2026). Dalam percakapan itu, kedua pemimpin membahas eskalasi di Timur Tengah dan peluang diplomasi global.

“Iran sepenuhnya siap untuk mencapai kesepakatan yang adil dengan AS demi perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan Timur Tengah,” ujar Pezeshkian, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi kepresidenan Iran di media sosial, Senin (13/4/2026).

Pezeshkian menekankan bahwa hak-hak rakyat Iran serta kepentingan strategis negara merupakan batas yang tidak boleh dilanggar oleh pihak mana pun dalam negosiasi dengan Washington. Ia memberikan sinyal bahwa Iran terbuka pada dialog, namun tidak akan tunduk pada tekanan sepihak.

Lebih lanjut, Pezeshkian memaparkan perkembangan terbaru dalam dialog dengan pihak AS. Namun, ia menggarisbawahi satu kendala besar yang hingga kini masih menghalangi titik temu kedua negara.

“Hambatan terbesar menuju kesepakatan adalah ‘standar ganda’ yang terus diterapkan oleh Washington,” tegas Pezeshkian dalam pembicaraan tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Polri bentuk Satgas Haji untuk berantas travel nakal dan haji ilegal. Simak strategi Polri lindungi jemaah dari penipuan...

news | 15:15 WIB

Presiden AS Donald Trump mengklaim perang AS-Israel terhadap Iran hampir berakhir. Simak detail perundingan di Pakistan ...

news | 14:15 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendampingi Menteri Kebudayaan Arab Saudi Pangeran Bader meninjau Museum Nasional dan Ga...

news | 13:30 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri KazanForum dan INNOPROM 2026 di Rusi...

news | 12:28 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana lyse. Bahas penguatan kerja sama bilateral ...

news | 11:15 WIB

Wakil PM Spanyol Yolanda Diaz sebut komentar Donald Trump soal Paus Leo XIV sebagai kesalahan sejarah yang tidak menghor...

news | 10:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto dari Paris. Simak doa dan pe...

news | 09:00 WIB

Presiden AS Donald Trump optimistis perundingan dengan Iran berlanjut dalam dua hari. Meski sempat ragu soal lokasi di P...

news | 08:15 WIB

Jaksa Agung Muda mengingatkan direksi BUMN agar tidak hanya mengandalkan Business Judgment Rule (BJR) di era KUHP baru y...

news | 07:15 WIB

Ketua Satgas PRR Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan pascabencana Sumatera tepat sas...

news | 06:00 WIB