Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!

Presiden Prabowo resmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalsel. Dinsos ungkap kehadiran Presiden percepat pembangunan dua sekolah baru berkapasitas 1.200 siswa.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 16:45 WIB
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!

Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!

matamata.com - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan peresmian Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Senin (12/1/2026), menjadi katalis positif bagi percepatan pembangunan pendidikan di daerah tersebut.

Kepala Dinsos Kalsel, Muhammad Farhanie, mengungkapkan kehadiran Presiden tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyelesaikan kendala teknis pembangunan dua unit Sekolah Rakyat tambahan di Kalsel yang sebelumnya sempat tertunda.

“Ini berkah kedatangan Bapak Presiden. Beberapa lokasi yang sebelumnya tidak memenuhi syarat lahan akhirnya disetujui untuk dibangun dengan skema dan waktu pelaksanaan yang disesuaikan,” ujar Farhanie usai menghadiri peresmian di Banjarbaru.

Farhanie menjelaskan bahwa persiapan peluncuran Sekolah Rakyat ini tergolong singkat. Namun, berkat sinergi lintas kementerian, terutama kementerian Sosial (Kemensos), agenda tersebut berjalan sukses.

“Persiapan hanya sekitar satu minggu, waktunya sangat mepet. Tapi dukungan teman-teman Kemensos luar biasa. Pembangunan panggung saja tuntas dalam tiga hari, bahkan materialnya didatangkan langsung dari Surabaya,” tambahnya.

Kapasitas hingga 1.200 Siswa Terkait spesifikasi, Farhanie memaparkan bahwa setiap Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi yang menampung jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi. Daya tampung sekolah sangat bergantung pada luas lahan yang disediakan pemerintah daerah.

“Satu Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung 1.000 hingga 1.200 siswa. Jika lahan tersedia sekitar lima hektare, kapasitasnya sekitar 1.000 siswa. Jika lahan lebih luas, bisa mencapai 1.200 orang,” jelasnya.

Saat ini, proyek rintisan Sekolah Rakyat di Kalsel baru menampung sekitar 300 hingga 325 siswa. Farhanie optimis, setelah bangunan permanen dengan sistem terintegrasi selesai, daya serap siswa akan meningkat drastis.

Sesuai regulasi pemerintah pusat, pembangunan Sekolah Rakyat mensyaratkan penyediaan lahan antara lima hingga 10 hektare. Luasan ini diperlukan untuk mendukung fasilitas ruang kelas, asrama, serta sarana penunjang pendidikan lainnya secara komprehensif. (Antara)

Baca Juga: Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB