Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Satgas Nasional tinjau lokasi hilirisasi industri ayam terintegrasi di Gorontalo Utara. Pabrik pakan dan RPHU siap dibangun untuk dukung swasembada protein 2026.

Elara | MataMata.com
Senin, 12 Januari 2026 | 11:15 WIB
Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

matamata.com - Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Pangan, Ali Agus, meninjau langsung kesiapan lahan pembangunan pabrik pengolahan ayam dan pakan di Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (11/1). Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menjelang pencanangan (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026.

Peninjauan dilakukan di tiga titik strategis di Kecamatan Anggrek, yakni Desa Putiana, Desa Tolongio, dan Pelabuhan Anggrek. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan pembagian fungsi lokasi tersebut.

"Desa Putiana disiapkan untuk Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas pendingin (cold storage), sementara Desa Tolongio diperuntukkan bagi pabrik produksi pakan ternak. Hasil pengecekan menunjukkan lahan milik Pemprov ini sudah memenuhi syarat," ujar Gusnar.

Integrasi Hulu ke Hilir Selain dua lokasi utama tersebut, program hilirisasi ini mencakup tiga titik lainnya dalam master site:

  • Desa Ibarat (Kecamatan Anggrek): Pusat penetasan telur.
  • Desa Dambalo (Kecamatan Tomilito): Pembibitan ayam petelur.
  • Desa Motihelumo (Kecamatan Sumalata Timur): Pusat pembibitan ayam.

Ali Agus menegaskan bahwa program ini bukanlah proyek yang bergantung pada APBN, melainkan program pengembangan bisnis (business development) yang dimandatkan kepada BUMN dengan melibatkan pengusaha lokal maupun nasional.

Optimasi Komoditas Jagung Pembangunan pabrik pakan di Gorontalo dinilai sangat strategis mengingat daerah ini adalah lumbung jagung nasional. Sebagai catatan, jagung merupakan komponen utama yang menyusun 50 persen kebutuhan pakan ayam.

"Ini adalah langkah strategis untuk mencapai swasembada protein hewani. Dengan hilirisasi, kita tidak lagi hanya menjual jagung mentah, tapi mengolahnya menjadi pakan dan produk ayam siap makan," jelas Ali Agus yang juga Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Peternakan.

Nantinya, budidaya ayam akan melibatkan masyarakat peternak, kelompok tani, hingga koperasi. Hasil panen akan langsung masuk ke RPHU dan disimpan di cold storage untuk menjaga kesegaran sebelum didistribusikan atau diolah lebih lanjut.

"Inilah wujud kemandirian pangan. Kita ingin kuat menghadapi gejolak geopolitik global dengan memastikan ketersediaan protein dalam negeri terjaga," tutupnya. (Antara)

Baca Juga: Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri dan membuka secara resmi Muktamar Ke-35 NU d...

news | 15:24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendorong pemda memperkuat pelestarian 729 bahasa daerah di Indonesia agar terhindar dari kepun...

news | 15:30 WIB

Survei DSI Agustus 2026 mencatat 62,4% publik menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto serius memberantas korupsi da...

news | 15:17 WIB

Pimpinan DPR RI berjanji mengesahkan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026. Sufmi Dasco Ahmad bahkan siap mundur dar...

news | 13:30 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan Gedung DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat sesuai prosedur. Simak mekanismeny...

news | 13:15 WIB