Mendikdasmen Dorong Pemda Perkuat Pelestarian 729 Bahasa Daerah
matamata.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan pentingnya kebijakan penguatan 729 bahasa daerah oleh pemerintah daerah (pemda). Langkah ini dinilai mendesak agar kekayaan bahasa nusantara tetap hidup dan terhindar dari risiko kepunahan.
Berdasarkan data terbaru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), jumlah bahasa daerah di Indonesia yang sebelumnya tercatat 719 kini bertambah menjadi 729 bahasa. Penambahan ini terjadi setelah riset linguistik menemukan sejumlah tuturan baru yang memenuhi kriteria sebagai bahasa daerah tersendiri.
"Terdapat tantangan karena bahasa Indonesia dinilai semakin kurang populer. Namun, mulai muncul kesadaran baru dari pemda untuk bersama-sama menghidupkan kembali bahasa daerah. Perhatian khusus diperlukan terhadap bahasa daerah yang tidak memiliki tradisi tulis karena lebih rentan punah," ujar Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis (27/8).
Mu'ti menyampaikan, pemerintah terus mendorong penguatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing melalui kebijakan Trigatra Bangun Bahasa. Slogan kebijakan tersebut mencakup tiga pilar utama: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.
Ia menambahkan, pembaruan data bahasa daerah harus dipandang sebagai pemetaan kekayaan nasional dan bagian dari peradaban bangsa.
Sebagai contoh, Mu'ti menyoroti bahasa yang digunakan masyarakat Indramayu, Jawa Barat. Secara linguistik, bahasa tersebut tidak sepenuhnya dikategorikan sebagai bahasa Sunda maupun Jawa, sehingga ditetapkan sebagai bahasa tersendiri yang turut membentuk kekhasan seni dan budaya lokal.
Selain melestarikan bahasa daerah, Mendikdasmen mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia agar tetap menjadi bahasa utama yang dituturkan generasi muda.
"Kita perlu menjadikan bahasa Indonesia sebagai kekayaan sekaligus pemersatu bangsa. Kedaulatan bahasa nasional harus dijaga dengan mendorong masyarakat agar bangga, mahir, dan maju bersama bahasa Indonesia," tuturnya. (Antara)