Polri Tambah Lima Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumbar

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menambah lima unit alat berat untuk mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (29/12). Penambahan ini bertujuan untuk mengakselerasi pembersihan material dan pemulihan i

Elara | MataMata.com
Senin, 29 Desember 2025 | 07:00 WIB
Polri Tambah Lima Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumbar

Polri Tambah Lima Alat Berat untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumbar

matamata.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menambah lima unit alat berat untuk mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (29/12). Penambahan ini bertujuan untuk mengakselerasi pembersihan material dan pemulihan infrastruktur di titik-titik terdampak.

Pelepasan lima unit alat berat tersebut dilakukan langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, didampingi Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di depan Kantor Polres Padang Pariaman.

"Hari ini Polri kembali memberangkatkan lima unit berat untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana," terang Dedi.

Dengan tambahan ini, total terdapat sebelas unit alat berat milik Polri yang beroperasi di Sumbar. Enam unit sebelumnya telah dikerahkan untuk menangani lokasi longsor dan banjir bandang di Kabupaten Agam serta Padang Pariaman.

Dedi berharap penambahan armada ini dapat membuka akses vital yang sempat terputus. "Kehadiran alat berat diharapkan dapat mempercepat pengerjaan dan pembersihan sehingga akses untuk jalur logistik, kendaraan, dan perekonomian di lokasi bisa digerakkan," jelasnya.

Jenderal bintang tiga tersebut memastikan Polri berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta pemangku kepentingan lainnya di lapangan.

Progres Pembangunan Jembatan Berdasarkan data di lapangan, pembangunan sejumlah jembatan darurat menunjukkan kemajuan yang signifikan:

  • Kabupaten Agam: Jembatan Palembayan telah rampung 100 persen, sementara jembatan di Malalak mencapai progres 80 persen.
  • Kabupaten Padang Pariaman: Jembatan Batang Anai telah mencapai progres 75 persen.
  • Kabupaten Solok: Jembatan Sumani telah selesai 100 persen dan beroperasi maksimal, sedangkan jembatan di X Koto Singkarak masih dalam tahap persiapan material.

Selain itu, Jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam saat ini sudah dapat diakses oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua untuk melayani sekitar 1.135 jiwa. Polri berencana meningkatkan fasilitas tersebut menjadi jembatan rangka baja modular (Bailey) agar dapat dilalui kendaraan roda empat. (Antara)

Baca Juga: Selamat! Leticia Joseph Raih Juara Pertama 'GADIS Sampul 2025'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang. Langkah ini diambil guna menek...

news | 16:15 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra tegaskan konten promosi miras berhadiah hafalan Al-Qur'an bisa diproses hukum lewat Pasal 300...

news | 15:56 WIB

Kemnaker sebut skill mismatch dan lambatnya pertumbuhan lapangan kerja formal jadi penyebab utama pengangguran terdidik ...

news | 15:00 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid menunjuk Sleman sebagai lokasi uji coba Perlinsos Digital. Penilaian bansos kini berbasis sistem...

news | 15:06 WIB

BPI Danantara tegaskan peran strategis BUMN dalam membangun ekosistem perdagangan nasional terintegrasi dengan melibatka...

news | 14:59 WIB