Menkeu Purbaya Klarifikasi Pernyataannya yang Tuai Kontroversi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan atas sejumlah pernyataannya di awal masa jabatan yang menuai kritik publik.

Elara | MataMata.com
Selasa, 09 September 2025 | 17:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)

Matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan atas sejumlah pernyataannya di awal masa jabatan yang menuai kritik publik.

Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Purbaya menegaskan bahwa ucapannya mengenai strategi percepatan pertumbuhan ekonomi bukanlah pernyataan sembarangan, melainkan berdasarkan pemahaman mendalam terhadap konsep ekonomi.

"Di awal, katanya saya ngomong yang sembarangan ya? Bukan begitu. Karena mereka nggak ngerti gimana konsep ekonomi. Nanti kita yang ngomong gitu, sombong lagi," ujarnya ketika ditanya terkait strategi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Ia menambahkan, strategi yang disusun berlandaskan pengalaman panjang sebagai ekonom serta hasil diskusi dengan Presiden dan para menteri terkait.

“Saya ekonom sudah lama, jadi kita kira-kira ngerti lah gimana cara memperbaikinya dan kira-kira kelemahan yang terjadi sekarang apa. Pak Presiden dan tim sudah setuju untuk menciptakan langkah-langkah supaya program pembangunannya cepat dan sistem finansialnya tidak ketat seperti sekarang,” jelasnya.

Menanggapi kekhawatiran publik soal inflasi, Purbaya menekankan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi nasional masih dalam batas aman.

“Kita punya potensi di kisaran 6,5 sampai 6,7 persen. Jadi masih jauh kalau mau bilang akan terjadi demand pull inflation. Belanja atau defisit APBN tidak otomatis menyebabkan inflasi,” tegasnya.

Purbaya juga meluruskan pernyataannya terkait tuntutan “17+8” yang sebelumnya dianggap meremehkan rakyat kecil. Ia mengaku maksud sebenarnya adalah menggambarkan bahwa tekanan ekonomi akan berdampak luas pada masyarakat.

“Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf. Intinya, semakin cepat ekonomi pulih, semakin banyak lapangan kerja tercipta. Itu yang kita kejar,” katanya.

Ia mengaku cukup terkejut melihat videonya sering dipotong sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Namun, ia menganggap dinamika itu bagian dari proses edukasi publik.

Baca Juga: Rais Aam PBNU Instruksikan Evaluasi Menyeluruh AKN NU Usai Polemik Peter Berkowitz

“Kalau saya salah, saya perbaiki. Tapi jelas maksud saya bukan membiarkan rakyat susah. Justru bagaimana semuanya bisa lebih mudah mendapat pekerjaan dan masyarakat sejahtera bersama. Itu tujuan utama,” pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB

Pakar Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala menilai agresi militer Israel ke Lebanon menjadi ganjalan serius bagi...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjenguk ulama kharismatik NTB Tuan Guru Bagu di RSPPN Soedirman Jakarta. Gubernur NTB sebut...

news | 08:15 WIB

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pek...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya memastikan pasokan batu bara PLN aman mencapai 212 juta ton. Simak penyebab dan so...

news | 06:15 WIB

PT Pupuk Indonesia sediakan 6 Mobil Uji Tanah gratis di Sumatera. Bantu petani hemat pupuk hingga 30% dan tingkatkan has...

news | 16:10 WIB

DPP PDIP Said Abdullah menegaskan posisi politik PDIP sebagai penyeimbang objektif untuk pemerintahan Presiden Prabowo S...

news | 12:15 WIB