Pembangunan Bendungan Karangnongko Dilanjutkan, Perkuat Swasembada Pangan dan Air

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Bendungan Karangnongko sebagai bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan air.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 02 Agustus 2025 | 11:47 WIB
Proyek Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo dan Desa Mendenrejo, yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Blora. ANTARA/HO-Kementerian PU

Proyek Bendungan Karangnongko di Desa Ngelo dan Desa Mendenrejo, yang berada di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Blora. ANTARA/HO-Kementerian PU

Matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Bendungan Karangnongko sebagai bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan air.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya pengelolaan air tidak hanya sebatas tampungan, tetapi juga pada distribusinya yang merata sepanjang tahun, khususnya untuk menunjang irigasi pertanian.

“Dengan selesainya pembangunan fisik bendungan, fokus selanjutnya adalah percepatan pengembangan jaringan irigasi teknis. Ini penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan jumlah masa panen bagi petani,” ujar Dody di Jakarta, Sabtu.

Langkah ini juga sejalan dengan Visi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan kemandirian pangan, energi, dan air sebagai prioritas nasional.

Pada 2025, pemerintah menetapkan kelanjutan pembangunan Bendungan Karangnongko yang terletak di Desa Ngelo dan Desa Mendenrejo, di wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Blora, sebagai salah satu proyek strategis.

Bendungan yang mulai dibangun sejak 2023 oleh BBWS Bengawan Solo ini dikerjakan melalui dua paket kontrak senilai Rp1,26 triliun dan ditargetkan rampung pada 2026. Kapasitas tampungnya mencapai 59,1 juta meter kubik, dengan manfaat utama mengairi lahan pertanian seluas 63.774 hektare.

Distribusi air dari bendungan ini mencakup Daerah Irigasi Karangnongko Kiri di Kabupaten Blora seluas 1.746 hektare (debit 2,85 m³/detik) dan Karangnongko Kanan di Kabupaten Bojonegoro seluas 5.203 hektare (debit 7,90 m³/detik).

Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga akan memperkuat sistem irigasi Solo Valley Werken peninggalan era Hindia Belanda yang mengaliri lahan seluas 62.000 hektare di wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, hingga Surabaya.

Luas genangan bendungan mencapai 1.026,55 hektare dan mampu menyediakan suplai air baku sebesar 1.150 liter/detik, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi sekitar 270.305 jiwa di Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Blora, dan Tuban.

Fungsi lainnya adalah sebagai pengendali banjir Sungai Bengawan Solo, dengan kemampuan mereduksi debit banjir hingga 760 hektare. Bendungan Karangnongko akan melengkapi peran bendung-bendung gerak yang telah ada seperti di Bojonegoro, Babat, dan Sembayat. (Antara)

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan di Bali: Kemendagri Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II mulai diterbangkan langsung ke Jeddah. Simak rincian keberangkatan Kloter 12 d...

news | 15:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa putuskan tidak menonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meski namanya terseret dakwa...

news | 15:15 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan I...

news | 14:34 WIB

Mensos Saifullah Yusuf membentuk tim khusus yang dipimpin Wamensos untuk menyelidiki polemik pengadaan sepatu Sekolah Ra...

news | 13:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa laga Persija vs Persib batal di GBK. Simak alasan keamanan dan lokasi terbaru ...

news | 13:00 WIB

AS menetapkan Iran sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah dalam dokumen strategi terbaru. Simak perkembangan terkini k...

news | 12:18 WIB

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT Ke-48 ASEAN. Didampingi sejumlah menteri, Pre...

news | 12:08 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath mendesak polisi segera menangkap AS (52), tersangka kekerasan seksual terhadap pu...

news | 09:38 WIB

PPIH siapkan fasilitas buggy car dan mobil khusus disabilitas untuk menyambut jemaah haji gelombang II di Bandara Jeddah...

news | 08:45 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman langsung mencabut izin distributor pupuk subsidi nakal hanya dalam 10 menit usai menerima lap...

news | 07:15 WIB