LIPUTAN KHUSUS: Eksistensi Tembang Macapat di Tengah Gempuran Lagu Modern

Junjung adat dan istiadat, Kraton Ngayogkarta fasilitasi kursus macapat secara gratis.

Jum'at, 10 April 2020 | 12:17 WIB
Gambar Ilustrasi [MataMata.com]

Gambar Ilustrasi [MataMata.com]

Sejarah sekolah macapat

Seolah mengerti rasa keingintahuanku, Rama Projo pun mulai menceritakan sejarah berdirinya sekolah macapat di Yogyakarta.

“Sekolah macapat ini berdiri sekitar tahun 1960. Tetapi, sebetulnya sebelum 1960 sudah ada proses belajar dan mengajar yakni di rumah para pengasuh atau pengajar Macapat. Nah, sejak 1960 itu lah proses belajar mengajar itu berada di Jalan Rotowijayan Nomor 3 Yogyakarta, hal ini dikarenakan salah satu seorang pengajar macapat tinggal di tempat ini,” ujar Rama Projo.

Lipsus Sekolah Macapat di Yogyakarta (MataMata.com/Firna Larasanti)
Lipsus Sekolah Macapat di Yogyakarta (MataMata.com/Firna Larasanti)

Lebih lanjut, Rama Projo juga menjelaskan bahwa sekolah macapat ini adalah milik Kraton Ngayogyakarta sehingga segala pembiayaan terkait dengan gaji guru yang mengajar maupun siswa yang ingin belajar macapat semua ditanggung oleh Kraton Ngayogyakarta.

“Sumbernya adalah dana keistimewaan. Jadi, sekolah ini memang terbuka untuk umum dan semuanya cuma-cuma, tidak dipungut biaya sedikit pun alias gratis,” jelas Rama Projo.

Pengajar di sekolah macapat ini dulunya adalah alumni siswa sekolah ini termasuk Rama Projo. Untuk saat ini, ada tiga guru yang mengajar di sekolah macapat Yogyakarta yakni Rama Projo Suwarsono, Rama Dwija Cipta Wandowo dan Rama Joyo Atmojo yang ketiga-ketiganya merupakan abdi dalem Kraton Ngayogyakarta.

Lipsus Sekolah Macapat di Yogyakarta (MataMata.com/Firna Larasanti)
Lipsus Sekolah Macapat di Yogyakarta (MataMata.com/Firna Larasanti)

Sama seperti sekolah pada umumnya, sekolah macapat ini terbagi menjadi tiga kelas yakni macapat sekar alit (kelas pemula), macapat sekar tengahan (kelas menengah) dan macapat kelas ageng (kelas utama).

Kegiatan belajar mengajar sendiri dibuka setiap senin sampai sabtu. Tetapi, khusus pada hari jum’at sekolah juga mengadakan latihan menulis aksara Jawa (huruf hanacaraka) untuk umum. Semua kelas selalu dimulai pukul 15.30-17.30 WIB.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Forestra kembali menghadirkan pengalaman khasnya melalui kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra....

life | 19:32 WIB

Chapter Jogja lahir sebagai kelanjutan dari semangat Jogja Art Fair....

life | 17:05 WIB

Mengusung tema ARS LONGA: GENERATIO, ARTJOG mengajak publik melihat kembali hubungan antargenerasi melalui praktik seni....

life | 10:51 WIB

Kemenangan Naga Sembilan menjadi salah satu highlight utama gelaran IHR Piala Paku Alam 2026....

life | 15:27 WIB

Youth Break the Boundaries umumkan pemenang Japan Youth Summit (JYS) 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia berinovasi, tukar...

life | 13:24 WIB

Ada 6 faktor atau elemen yang membuat manajemen merasa optimistis untuk perkembangan dan kemajuan bisnis ke depan....

life | 19:20 WIB

Sebagai pembuka trilogi, ARTJOG 2026 mengusung tema Ars Longa: Generatio....

life | 11:53 WIB

Trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap....

life | 11:05 WIB

Penyelenggaraan Piala Paku Alam merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan...

life | 14:15 WIB

Kehadiran Aurora Ribero sukses membawa bumbu romansa anak muda yang segar sekaligus penuh dilema emosional....

life | 16:54 WIB