Lirik Lagunya Diubah Tim Kampanye Prabowo, Pencipta Jogja Istimewa Marah

Kill The DJ tak segan untuk membawanya ke ranah hukum.

Tinwarotul Fatonah | MataMata.com
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:08 WIB
Lirik Lagunya Diubah Tim Kampanye Prabowo, Pencipta Jogja Istimewa Marah

Lirik Lagunya Diubah Tim Kampanye Prabowo, Pencipta Jogja Istimewa Marah

matamata.com - Rapper Marzuki Mohammad alias Kill The DJ tak terima ketika mengetahui lagu karyanya yang berjudul 'Jogja Istimewa' dipakai untuk kampanye tim Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Secara tegas, ia menolak memberikan lagu tersebut untuk digunakan sebagai alat kampanye.

Amarah Kill The DJ disampaikan melalui akun Twitternya, Senin (14/1/2019). Ia me-retweet video unggahan akun @CaKkhum yang menunjukkan kumpulan ibu-ibu sedang berjoget. "Emak-emak Jogja kompaknya mantul," kata akun tersebut.

Kill The DJ marah karena lagunya digunakan kampanye tim Prabowo-Sandiaga. [twitter/killthedj]
Kill The DJ marah karena lagunya digunakan kampanye tim Prabowo-Sandiaga. [twitter/killthedj]

Kill The DJ lantas melontarkan kekesalan seraya memberikan klarifikasi melalui cuitannya. Ia menegaskan tidak akan mengizinkan pasangan calon manapun dalam Pilpres 2019 untuk menggunakan lagunya.

"Maling laguuuu b******t !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres !!!" tulis Kill The DJ seraya membalas cuitan akun tersebut.

"Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02," sambungnya lagi.

Klarifikasi

Klarifikasi itu juga ditulis Kill The DJ melalui akun Instagramnya. Hingga kini, cuitan dan unggahannya di Instagram telah mendapat ribuan respon, termasuk 9,9 ribu retweet dan ratusan komentar.

Kill The DJ menegaskan dirinya tak akan mengizinkan siapapun mengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa' karyanya. Karena itu, lelaki dengan nama asli Marzuki Mohammad tersebut marah besar ketika tim Prabowo-Sandiaga Uno menjadikan lagu itu untuk kampanye.

"Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02," tulis Kill The DJ dalam klarifikasinya di Instagram, Senin (14/1/2019).

Klarifikasi Kill The DJ atas cuitannya. [instagram/killthedj]
Klarifikasi Kill The DJ atas cuitannya. [instagram/killthedj]

"Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik," sambungnya lagi.

Baca Juga: Wanna One Bubar, Lai Kuan Lin Debut Jadi Aktor

Kill The DJ menambahkan bahwa sikap kerasnya tersebut tak ada hubungannya dengan keputusannya berpihak pada Jokowi dalam Pilpres 2019. Ia menegaskan tak akan mengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa' bahkan untuk Jokowi sekalipun.

"Meskipun saya pendukung @jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya," sambungnya lagi.

Bahkan ia tak segan-segan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

"Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum," tegasnya.

Suara.com/Fajarina Nurin

×
Zoomed
TERKINI

Ragam karakter lokal, komik, animasi, gim, hingga berbagai karya kreatif lainnya, menjadi bukti Indonesia tidak kekurang...

life | 20:09 WIB

Penyelenggaraan tahun ini dipastikan menjadi edisi paling ambisius dalam sejarah The Sounds Project....

life | 16:46 WIB

Sebagai remake resmi dari film horor ikonik Gonjiam: Haunted Asylum, sutradara Anggy Umbara sadar betul bahwa ekspektasi...

life | 16:15 WIB

Poster resmi yang dirilis BASE Entertainment turut memperlihatkan atmosfer mencekam film ini....

life | 19:40 WIB

Penggabungan elemen mistis dan ritual lokal jelangkung, dengan bumbu rahasia kelam antar karakter memberikan kejutan yan...

life | 16:39 WIB