Kpop

Tim Produksi River Where The Moon Rises Tuntut Rp38 Miliar ke Agensi Ji Soo

Agensi Ji Soo dituntut ganti rugi Rp38 miliar dari rumah produksi River Where the Moon Rises.

Tinwarotul Fatonah | Dea Dezellynda Madya Ratri

Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)
Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)

Matamata.com - Aktor Ji Soo belum lama ini didepak dari drama yang ia bintangi, River Where the Moon Rises. Pasalnya, pria 27 tahun itu mengaku sudah melakukan perundungan kepada rekan sekolahnya.

Posisinya di drama yang tengah tayang itu diganti oleh Na In Woo. Tak cuma itu, tim produksi drama tersebut juga menuntut ganti rugi ke agensi yang menaungi Ji Soo, KeyEast Entertainment.

Ji Soo dan Na In Woo (Kolase Instagram)
Ji Soo dan Na In Woo (Kolase Instagram)

Tak main-main, tim produksi menuntut 3 miliar won atau setara dengan Rp38,6 miliar ke agensi. Victory Contents selaku rumah produksi River Where the Moon Rises sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Pusat Seoul.

Dilansir dari Koreaboo, Victory Contents karena harus mengulang proses syuting yang mengeluarkan banyak biaya. “Kami telah mengajukan gugatan kompensasi terhadap KeyEast ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul untuk mengklaim bagian ganti rugi kami,” beber pihak Victory Contents.

Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)
Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)

“Banyak dari kalian yang mengetahui kasus ini, terkait dengan kontroversi kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh aktor KeyEast Ji Soo," imbuhnya. "KeyEast dan Ji Soo menandatangani kontrak penampilan aktor dengan kami untuk tampil di River Where The Moon Rises dan drama tersebut telah menerima banyak cinta dari pemirsa sejak mulai ditayangkan pada 15 Februari 2021," lanjutnya.

Victory Contents juga membahas masalah perundungan yang dilakukan Ji Soo lewat pernyataannya. Rumah produksi itu tak mau menanggung resiko jika terus menayangkan sosok Ji Soo di drama yang juga dibintangi Kim So Hyun itu.

Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)
Ji Soo (Instagram/@actor_jisoo)

“River Where The Moon Rises sedang dalam proses pra-produksi dan ketika kontroversi kekerasan sekolah muncul, syuting untuk drama itu hampir selesai. Namun, saat aktornya diganti, kami harus menata ulang semua adegan Ji Soo," lanjutnya.

"Biaya produksi drama ini sangat besar, dan jumlah biaya tambahan yang harus kami keluarkan sangat besar karena pembuatan ulang film, tetapi kami memutuskan untuk memfilmkan ulang episode 1-6 untuk menepati janji kami kepada pemirsa bahwa kami akan menunjukkan kepada mereka pekerjaan yang sudah selesai dan lengkap," kata pihak Victory Contents.

"Janji ini tidak hanya untuk pemirsa domestik, tetapi juga pemirsa global, karena ledakan Gelombang Hallyu tidak dapat dirusak oleh satu pelaku kekerasan sekolah,” ungkapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report