Seleb

Pakar Mikro Ekspresi Analisis Permintaan Maaf Ayus Sabyan, Ada yang Janggal

Pakar mikro ekspresi sebut ada kejanggalan dalam ucapan permintaan maaf Ayus Sabyan.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Dea Dezellynda Madya Ratri

Ayus Sabyan. (Instagram/@ayus.sabyannofficial)
Ayus Sabyan. (Instagram/@ayus.sabyannofficial)

Matamata.com - Isu perselingkuhan Nissa Sabyan dan Ayus belum juga mereda. Padahal Ayus sendiri sudah meminta maaf atas kegaduhan yang ia buat.

Ucapan permintaan maaf Ayus tersebut dianalisa oleh pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra. Menurut analisanya, ayah 2 anak itu disebut kurang tulus saat meminta maaf kepada publik.

Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra (Youtube.com)
Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra (Youtube.com)

Ayus diduga sudah merancang naskah yang akan ia ucapkan. Kirdi juga menyebut bisa juga suami Ririe Fairus itu dibantu oleh teman-temannya sebelum meminta maaf.

“Satu, memang istilahnya enggak ada beban apa-apa, seperti enggak ada kejadian-kejadian sebelumnya dan lain sebagainya yang cukup menghebohkan sehingga itu kayak konten biasa yang dibawakan dengan tenang. Yang kedua adalah, bisa jadi itu sudah dirancang atau direncanakan… bisa beberapa menit sebelumnya, beberapa jam sebelumnya, bisa dibantu beberapa temen-temen misalnya,” ujar Kirdi dilansir dari channel Esge Entertainment.

Kirdi juga menyampaikan setidaknya ada 3 hal yang harus dipenuhi dalam sebuah permintaan maaf. Sayangnya, Ayus tak memenuhi 3 hal tersebut.

Ayus Sabyan klarifikasi. (Instagram)
Ayus Sabyan klarifikasi. (Instagram)

“Tiga hal harus terpenuhi baru kita bisa kategorikan bahwa ini adalah sebuah permintaan maaf yang sifatnya orisinil, yang sifatnya dari hati, memang bener-bener mau berubah," lanjutnya.

Kirdi menyimpulkan berdasarkan hasil analisanya bahwa Ayus tak memenuhi 3 kaidah tersebut. “Buat saya, permohonan maafnya Ayus itu kurang memenuhi kaidah yang nomor tiga. Karena dia menyebutkan cuma khilaf. Khilaf itu kan bisa macem-macem, bos… Sayangnya, Ayus tidak menyebutkan khilafnya itu apa.” kata Kirdi.

"Kemungkinan bisa dua yang paling besar kenapa dia enggak menyebutkan detail khilafnya tersebut. Satu, kita bicara faktor yang namanya ego. Contohnya, misalnya ego bahwa saya masih belum terima bahwa saya salah… Yang nomor dua, adalah karena aspek legal, aspek hukum," pungkas Kirdi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report