Seleb

Dinar Candy Protes Foto Temannya Nongol di Berita Tersangka Senpi Ilegal

Menurut Dinar Candy, akun tersebut keliru dalam hal pemakaian foto.

Yohanes Endra

Dinar Candy (MataMata.com/Alfian Winanto)
Dinar Candy (MataMata.com/Alfian Winanto)

Matamata.com - Dinar Candy melayangkan protes kepada akun yang menyebarkan kabar mengenai tersangka narkoba dan senpi ilegal. Menurut Dinar Candy, akun tersebut keliru dalam hal pemakaian foto.

Unggahan Dinar Candy itu memperlihatkan dua tangkapan layar. Yang pertama adalah tangkapan layar dari Twitter @GunRomli. "Jangan ragu-ragu, WNA kayak gini hukum dan usir, merusak Bali, merusak Indonesia. Beredar foto tersangka narkoba dan senpi ilegal bersama Riziq," bunyi tulisan yang ada di unggahan slide pertama Dinar Candy.

Unggahan Dinar Candy. (Instagram/@dinar_candy)
Unggahan Dinar Candy. (Instagram/@dinar_candy)

Pada slide kedua, juga terlihat tulisan yang senada dari akun jakartaviral. "WNA Prancis yang ditangkap Polda Bali kasus narkoba dan senjata api sempat foto dengan Habib Rizieq."

Kedua akun itu dianggap Dinar Candy melakukan kesalahan dalam menggunakan foto.

"Maaf ni buat bapak muhamad guntur romli terhormat dan @jakartaviral itu foto kayaknya salah orang deh, soalnya itu foto teman saya @brotherhoods bukan yg di dugan tersangka narkoba asal prancis rayan jawad henri bitar," tulis Dinar Candy.

Dinar Candy (MataMata.com/Alfian Winanto)
Dinar Candy (MataMata.com/Alfian Winanto)

"Jadi ini foto diambil di tahun 2014/2015 pas mau umroh dan berfoto dengan HRS, cuman berfoto aja bukan berrti dia anggota ormas fpi, dan @brotherhoods bukn orang prancis jadi jauh banget! coba mohon di check lagi, teman saya bukan teroris dia pengusaha di jakarta!"

Unggahan Dinar Candy itu mendapat beragam respons dari netizen.

"Inilah perlunya cek dan ricek setiap berita yg ada sekarang, karena banyak kaum menelan mentah mentah berita," tulis netizen.

"Dia mah gitu da teh orang nya asal nge post aja tanpa data yg asli," komentar lainnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report