Seleb

Salat Jumat Jamaah Dihentikan, Aa Gym: Ada yang Lebih Bahaya dari Corona

Salat Jumat dilarang karena virus Corona, begini respon Aa Gym.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe | Firna Larasanti

Aa Gym (Suara.com/Ummy Hadyah Saleh)
Aa Gym (Suara.com/Ummy Hadyah Saleh)

Matamata.com - Aa Gym ikut menyoroti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pelarangan salat Jumat berjamaah untuk sementara waktu.

Peraturan ini sengaja dibuat untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 yang kini telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Mengutip KH Najih Maemoen, Aa Gym mengatakan ada beberapa hal yang meringankan syarat salat berjamaah.

"Dalam fikih, hujan lebat saja bisa menjadi rukhsoh (keringanan) untuk melakukan salat jamak. Makan bawang saja bisa menjadi menjadi penyebab makruh ke masjid," ujar KH Najih Maemoen yang dikutip kembali oleh Aa Gym.

"Dan zaman Nabi pun Azan 'salatlah di rumah' saat hujan badai," kata KH Najih Maemoen yang dikutip kembali oleh ustaz kondang ini.

Respon Aa Gym tentang Fatwa MUI (Instagram/@aagym)
Respon Aa Gym tentang Fatwa MUI (Instagram/@aagym)

Lebih lanjut, Aa Gym juga menjelaskan jika sebenarnya ada yang lebih berbahaya dari virus Corona.

"Kini saat para ulama mufti Al Azhar mesir berfatwa boleh menghentikan jamaah dan Jumat demi menghindari penyebaran virus, eh malah dicaci maki oleh orang-orang awam yang selama ini salatnya ngawur tanpa fikih," terang KH Najih Maemoen yang dikutip kembali oleh Aa Gym.

"Tiba-tiba merasa paling tawakkal melebihi ulama. Hal inilah musibah sesungguhnya yang lebih bahaya dari Corona," jelas KH Najih Maemoen yang dikutip kembali oleh Aa Gym.

Sontak saja, unggahan tersebut langsung menuai ragam komentar netizen di media sosial.

"Alhamdulilah penjelasan yang seperti ini yang kita inginkan semoga semua paham," ujar netizen @sopiyansauri_.

"Terima kasih ustaz, pentingnya adab dalam berilmu," jelas netizen @ninieng_panara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report