Seleb

Review Maleficent 2: Mistress of Evil, Antara Ibu Asuh dan Calon Mertua

Alur cerita yang makin kompleks dan menegangkan, simak review film Malficent 2.

Tinwarotul Fatonah | Firna Larasanti

Poster film Maleficent 2 (Instagram/@disneymaleficent)
Poster film Maleficent 2 (Instagram/@disneymaleficent)

Matamata.com - Film Maleficent 2 akhirnya tayang pada 16 Oktober 2019. Jika Maleficent 1 lebih mengisahkan tentang jalinan cinta yang tragis dari seorang peri penunggu hutan (Angelina Jolie), kini di sekuel keduanya lebih menitikberatkan kebimbangan yang dirasakan putri angkat peri cantik tersebut yakni Putri Aurora (Elle Fanning).

Awal cerita dimulai ketika Putri Aurora merasa bahagia karena dilamar kekasihnya, Pangeran Philip. Berencana menikah, Putri Aurora dan Maleficent diundang ke istana kerajaan Pangeran Philip (Harris Dickinson) untuk makan malam bersama keluarga besar. Sebagai ibu angkat, Maleficent terlihat bahagia namun juga nerveous.

Ya, selama ini di luar Bangsa Moor (bangsa peri), banyak rumor yang menyebutkan jika Maleficent adalah peri yang sangat jahat. Bahkan, kutukannya terhadap Putri Aurora beberapa tahun silam dianggap kejahatan tak termaafkan.

Namun, tidak ada yang tahu jika Maleficent begitu mencintai putri angkatnya. Demi membahagiakan Aurora, Maleficent sampai rela melakukan sejumlah persiapan khusus untuk bertemu keluarga Pangeran Philip.

Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)
Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)

Di scene ini banyak orang mengaku terhibur dengan aksi lucu Maleficent saat berlatih berbicara ucapan-ucapan manusia di sebuah sungai. Sesekali, ia juga terlihat digoda oleh Diaval atau burung gagak kesayangannya yang sering diubah menjadi manusia. Selain itu, agar terlihat tidak menakutkan, Maleficent juga rela mengenakan tutup rambut untuk membungkus kedua tanduknya.

Singkat cerita, Aurora dan Maleficent disambut dengan baik oleh kedua orangtua Pangeran Philip yakni Raja John (Robert Lindsay) dan Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer). Namun, di tengah pembicaraan saat makan malam, Ratu Ingrith justru sering memancing amarah Maleficent. Sebagai calon mertua, Ratu Ingrith berharap Putri Aurora dapat tinggal di kerajaannya.

Sebagai ibu, Maleficent tentu tidak rela berjauhan dengan putrinya. Tanpa sadar, Maleficent pun mengamuk dan membanting apapun yang ada di sekitarnya. Tapi, keadaan semakin runyam ketika Raja John tiba-tiba terkena kutukan secara misterius. Parahnya, Ratu Ingrith langsung menuduh Maleficent sebagai seseorang yang memberikan kutukan tersebut.

Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)
Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)

Nah, di sinilah konflik antara Putri Aurora dan Maleficent semakin memanas. Tanpa bukti yang kongkrit, Putri Aurora juga langsung menuduh ibu asuhnya sendiri yang mengakibatkan calon ayah mertuanya terkena kutukan. Akhirnya, Putri Aurora pun memilih tinggal di kerajaan Pangeran Philip.

Tak berhenti sampai di situ, film Maleficent 2 juga menyuguhkan cerita yang makin kompleks. Merasa sakit hati tidak dibela putrinya, Maleficent pun terbang sejauh mungkin. Sayangnya, tiba-tiba saja Maleficent ditembak oleh seseorang suruhan Ratu Ingrith.

Beruntungnya, kali ini nyawa Maleficent berhasil diselamatkan oleh segerombolan peri yang mengaku sebagai Dark Fey. Ya, mereka adalah sejenis peri yang sama dengan Maleficent. Tetapi, selama ini mereka sengaja bersembunyi di ruang bawah tanah untuk menghindari kejahatan manusia.

Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)
Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)

Rasa sakit hati Maleficent semakin memuncak. Bahkan, ia tidak lagi mengakui Putri Aurora sebagai putrinya. Di babak ini, Maleficent dan Dark Fey yang saat itu dipimpin oleh Conall (Chiwetel Ejiofor) dan Borra (Ed Skrein) berencana ingin melakukan perang terhadap manusia. Salah satu incaran terkuat mereka adalah Kerjaan Ulstead atau milik keluarga Pangeran Philip.

Tapi, tanpa disadari Ratu Ingrith atau ibu dari Pangeran Philip ternyata juga telah berencana melawan bangsa peri. Sebagai ratu kerajaan ia berharap dapat menguasai seluruh wilayah Bangsa Moor (bangsa peri) dan juga membunuh semua peri yang telah dijaga oleh calon menantunya sendiri. 

Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)
Trailer film Maleficent 2 (YouTube/@Walt Disney Studios)

Setidaknya begitulah konflik yang tergambarkan dalam film Maleficent 2: Mistress of Evil. Ya, sosok Angelina Jolie sebagai Maleficent memang masih memiliki pengaruh kuat dalam kesuksesan film ini. Walaupun ia menampilkan sisi jahat, namun pada akhirnya kecantikan dan kebaikan hati Maleficent masih mencuri hati penonton.

Tak cuma Angelina Jolie, pemeran sosok ibu mertua yakni Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer) juga sukses menjadi pusat perhatian. Di balik sikapnya yang lembut, Michelle Pfeiffer sukses membuat penonton bergidik ngeri saat menjadi sosok ratu yang ternyata sangatlah kejam. Ia bahkan digambarkan sebagai sosok ratu yang tidak memiliki empati dan perasaan kepada siapapun.

Secara keseluruhan sekuel film Maleficent 2 dapat dikatakan baik. Namun, dari segi lighting  atau pencahayaan terlihat lebih gelap dan kurang cocok untuk dinikmati anak-anak ataupun orangtua yang ingin bernostalgia dengan film Disney.

Tapi, dari segi visualisasi, sutradara Joachim Ronning cukup sukses memanjakan mata penonton dengan keindahan negeri-negeri peri yang penuh bunga-bunga dan alam yang terlihat nyata.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report