Seleb

Sunan Kalijaga Sebut Putrinya Dirayu Hingga 4 Kali Agar Mau Diwawancarai

Terus menerus dirayu, Salmafina Sunan akhirnya luluh dan mau diwawancarai.

Linda Rahmadanti | Yuliani

Salmafina Sunan. (Suara.com/Revi C Rantung)
Salmafina Sunan. (Suara.com/Revi C Rantung)

Matamata.com - Sunan Kalijaga menuding para kru Rumpi Trans TV sudah membuat berbagai rekayasa terkait wawancara putrinya, Salmafina Sunan. Bahkan menurut Sunan, pihak Rumpi juga melakukan pemaksaan terhadap Alma, sapaan Salmafina.

Sunan Kalijaga mengungkapkan bahwa awalnya Salmafina Sunan tak mau diwawancarai Rumpi Trans TV. Tayangan yang dipandu host Feni Rose itu bahkan sampai merayu Alma sampai empat kali, hingga janda Taqy Malik itu akhirnya luluh dan mau diwawancarai.

"KPI agar menyikapi laporan kami. Kenapa demikian, karena sebenarnya putri Sunan, Salmafina tidak hadir dalam acara tersebut. Tapi beberapa kali didesak diajak terus," kata pengacara Sunan Kalijaga, Agustinus Nahak, usai melakukan pelaporan ke KPI, Jumat (19/7/2019).

"Jadi ada bukti berupa WhatsApp yang kami berikan, bahwa sebenarnya Salma tidak mau habir di acara itu. Sampai empat kali menolak. Tapi karena ada bujuk rayu, didesak, akhirnya Salma mau hadir di situ," sambung Agustinus.

Selain itu menurut Agustinus, Rumpi Trans TV juga banyak melakukan reyakasa alias setingan. Salah satunya misalnya, kalung salib yang dipakai Salmafina Sunan selama wawnacara berlangsung. Padahal menurutnya, Salma tidak punya kalung seperti itu.

Salmafina Sunan [Instagram]
Salmafina Sunan [Instagram]

"Ini ada desain yang besar dan berpotensi SARA tinggi. Lambang salah satu agama dipertontonkan. Ini bukan maunya Salma, tapi disuruh oleh tim Rumpi. Ini yang salah. Sudah bicara privasi, pindah agama, dan lambang agama yang disorot terus. Padahal itu tidak dipakai, tapi disuruh dipakai," ungkap Agustinus Nahak.

Menurut Agustinus, apa yang ia sampaikan berdasarkan pernyataan Salmafina Sunan sendiri.

"Sebelum datang ke sini kami sudah wawancara dengan Salmafina. Bahwa memang dia disuruh untuk memakai salah satu lambang keagamaan tersebut," jelas Agustinus.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report