Pemprov DKI Kirim Dua Duta Antihoaks Jakarta 2026 Belajar Literasi Digital ke Luar Negeri
matamata.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal memberangkatkan dua Duta Antihoaks Jakarta 2026 ke luar negeri. Kedua pelajar terpilih tersebut adalah Winda dari SMAN 68 Jakarta dan Muhammad Ibrahim Gumay dari SMAN 71 Jakarta.
"Jadi, Winda sama Muhammad, kamu mau pergi tidak ke luar negeri? Nanti biar belajar ke luar negeri untuk mengetahui (literasi digital) itu," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberi sambutan dalam acara Pengukuhan Duta Antihoaks di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan memfasilitasi para duta terpilih untuk mempelajari langsung praktik penanganan disinformasi di mancanegara.
"Program ini diarahkan melalui kerja sama internasional yang telah dimiliki Jakarta, termasuk dengan kota-kota mitra sister city yang memiliki pengalaman baik dalam literasi digital, penanganan hoaks, serta penguatan ketahanan informasi masyarakat," ujar Dewi.
Dewi berharap para Duta Antihoaks dapat menyerap wawasan dan pendekatan baru di luar negeri untuk kemudian diterapkan dalam edukasi serta kampanye literasi digital di Ibu Kota. Meski demikian, detail teknis keberangkatan tersebut masih dalam tahap penyusunan.
"Untuk negara tujuan, mekanisme, dan waktu pelaksanaannya akan didetailkan lebih lanjut," kata Dewi.
Sebagai langkah awal, kedua Duta Antihoaks tersebut akan menjalani masa tugas selama satu tahun ke depan. Mereka dijadwalkan menggelar edukasi interaktif ke sekolah-sekolah berkolaborasi dengan Diskominfotik DKI Jakarta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Selain edukasi tatap muka, agenda kerja para duta mencakup kampanye digital bulanan, pembentukan jaringan agen antihoaks di tingkat sekolah, serta penyuluhan terkait isu-isu strategis yang berkembang di Jakarta. (Antara)