DPR Sebut Penggerebekan Kampung Bahari Bentuk Kehadiran Negara Berantas Narkoba
matamata.com - Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menilai penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, oleh tim gabungan kepolisian merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Adang menegaskan bahwa peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, ia mengingatkan agar langkah pemberantasan narkoba tidak berhenti pada operasi penindakan semata.
"Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi seluruh aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat," kata Adang di Jakarta, Minggu (2/11/2026).
Operasi penggerebekan tersebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, hingga Satuan Brimob. Menurut Adang, sinergi ini penting mengingat kejahatan narkotika bergerak secara terorganisasi, baik dari segi jaringan, pola operasi, maupun sumber pendanaan.
Ia menggarisbawahi bahwa operasi di lapangan bukanlah tugas mudah karena risiko perlawanan dari kelompok pengedar. Oleh karena itu, profesionalisme dan ketegasan aparat sangat diperlukan agar negara tidak tunduk pada jaringan bandar.
Lebih lanjut, Adang mendesak agar penangkapan para pelaku di Kampung Bahari dijadikan pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk pemasok, pengendali, hingga pihak yang menjadi pelindung (becking).
"Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan agar jaringan narkoba tidak memiliki kemampuan untuk membangun kembali bisnis ilegalnya," tegasnya.
Selain upaya hukum, Adang menekankan perlunya pendekatan komprehensif di kawasan rawan narkoba. Penindakan tegas harus dibarengi dengan pencegahan, rehabilitasi bagi korban, serta pemberdayaan sosial masyarakat. Ia meminta agar warga setempat dirangkul sebagai mitra strategis, bukan dipandang sebagai bagian dari masalah.
"Jangan sampai masyarakat yang ingin hidup aman justru menjadi korban atau berada di bawah tekanan jaringan bandar," tambah Adang.
Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya menggelar penggerebekan serentak di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu (2/11/2026). Dalam operasi tersebut, petugas meringkus 27 orang yang diduga terlibat jaringan peredaran narkotika serta menyita sejumlah senjata api.
Baca Juga: Konflik Sudan: Menlu Mohi El-Din Salem Sebut Uni Eropa Eksploitasi Isu Kemanusiaan
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengonfirmasi keberhasilan penindakan bersama tersebut.
"Kami melakukan penggerebekan serempak dari berbagai sisi melalui kolaborasi lintas jajaran, mulai dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, hingga Brimob," jelas Bismo. (Antara)