Konflik Sudan: Menlu Mohi El-Din Salem Sebut Uni Eropa Eksploitasi Isu Kemanusiaan
matamata.com - Pemerintah Sudan menuding negara-negara anggota Uni Eropa telah memanfaatkan krisis kemanusiaan di wilayahnya demi melanggengkan agenda politik mereka sendiri.
Tudingan keras tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sudan, Mohi El-Din Salem, dalam wawancara khusus dengan kantor berita RIA Novosti.
"Negara-negara Eropa sengaja membuat pernyataan berlebihan soal situasi kemanusiaan di Sudan hingga memicu spekulasi kelaparan, semata demi menciptakan kesan bahwa situasi di sana sangat mengerikan. Meski kondisi kemanusiaan memang sulit, mereka lebih sering memanfaatkannya untuk kepentingan politik," ujar Salem, dilansir dari Moskow, Ahad (2/11).
Salem menambahkan, pola penggiringan opini seperti ini bukan hanya diterapkan pada Sudan, melainkan kerap menyasar negara lain seperti Rusia dan China.
"Mereka mengambil kasus-kasus terpisah lalu menggeneralisasinya, seolah-olah hanya mereka satu-satunya pembela sejati hak asasi manusia. Padahal pada saat yang sama, pelanggaran HAM nyata terjadi di depan mata semua orang di Jalur Gaza dan berbagai belahan dunia lainnya," tegas Salem.
Kendati melayangkan kritik tajam, Salem menegaskan bahwa otoritas Sudan tetap terbuka terhadap segala bentuk bantuan kemantuan dan kerja sama internasional, selama dijalankan sesuai dengan prinsip hukum humaniter internasional.
Sebagai informasi, Sudan dilanda konflik bersenjata berkepanjangan sejak April 2023. Pertempuran sengit meletus antara tentara reguler Sudan melawan kelompok paramilitar Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang dipimpin oleh Mohamed Hamdan Dagalo.
Konflik horizontal tersebut hingga kini telah menelan ribuan korban jiwa dari kalangan sipil, merusak infrastruktur vital, dan memicu gelombang pengungsian massal di kawasan regional. (Antara)