Realisasi Bedah Rumah 2026 Capai 46,72 Persen, Kementerian PKP Disiapkan Anggaran Rp8,67 Triliun untuk 2027
matamata.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 telah mencapai 46,72 persen dari target 400 ribu unit rumah.
"Sampai sekarang 46,72 persen se-Indonesia. Memang bervariasi, ada yang lebih tinggi. Usulan baru sudah tidak ada lagi, kita fokus menjalankan yang ada sekarang," ujar Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Pada tahun 2026, Kementerian PKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,57 triliun untuk membedah 400 ribu unit rumah. Fitrah optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.
"Kita harus yakin itu tercapai," tegasnya.
Memasuki tahun 2027, Kementerian PKP menargetkan perbaikan 315 ribu unit rumah. Untuk mempercepat eksekusi, usulan penerima bantuan ditargetkan mulai masuk pada Desember 2026, sehingga program dapat berjalan efektif sejak Februari atau Maret 2027.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa kementeriannya mengalokasikan 92,23 persen atau sekitar Rp10,85 triliun dari total pagu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) 2027 sebesar Rp11,76 triliun untuk Program Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Porsi terbesar anggaran tersebut diarahkan untuk program BSPS, yakni sekitar Rp8,67 triliun. sisanya disalurkan untuk Program Dukungan Manajemen sebesar Rp913,82 miliar.
Maruarar menegaskan, porsi anggaran tersebut dipertahankan agar sebagian besar dana kementerian berdampak langsung pada penyediaan dan peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Sebagai informasi, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan dukungan dana pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan kualitas hunian atau membangun rumah baru secara swadaya berasaskan gotong royong. (Antara)
Baca Juga: Brand Karaoke Tiongkok 'StarGather', Resmi Hadir dengan Konsep Music Social Experience