Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Jembatan Aih Bobo dan Longsor di Gayo Lues

Kementerian PU bergerak cepat menangani kerusakan Jembatan Aih Bobo dan membebaskan tujuh titik longsor di Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh.

Elara | MataMata.com
Kamis, 17 September 2026 | 08:15 WIB
Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Jembatan Aih Bobo dan Longsor di Gayo Lues

Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Jembatan Aih Bobo dan Longsor di Gayo Lues

matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Akses penyeberangan tersebut kembali terputus akibat luapan sungai usai hujan deras mengguyur wilayah setempat selama enam hari sejak Rabu (9/9/2026).

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama demi mendukung distribusi logistik, layanan darurat, serta aktivitas ekonomi warga.

"Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami," ujar Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Terputusnya jembatan sementara Aih Bobo kali ini merupakan kejadian ketiga. Sebelumnya, kawasan tersebut sempat dihantam bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan kembali mengalami kerusakan jembatan pada Juni 2026.

Sebagai langkah awal, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membersihkan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja (Armco). Petugas juga telah memasang garis pengaman (safety line) di sekitar lokasi. Untuk sementara, warga dapat menyeberang menggunakan jembatan kayu alternatif.

Selain membenahi jembatan, Kementerian PU memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup material longsor di tujuh titik. Titik longsor tersebut tersebar di kawasan Meloak (1 lokasi), Durin Daun (4 lokasi), dan Air Panas (2 lokasi).

Guna mempercepat pembersihan material tanah, tim BPJN Aceh diterjunkan bersama penyedia jasa Hutama Karya dan warga lokal dengan mengerahkan sejumlah alat berat, seperti excavator, wheel loader, dan backhoe loader.

Di sisi lain, Kementerian PU tengah membangun sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, untuk mengendalikan sedimen banjir. Pembangunan ini ditargetkan mulai berfungsi dalam 3 hingga 4 minggu ke depan.

Saat ini, pengerjaan berfokus pada penyelesaian struktur sayap kanan-kiri serta peninggian badan sabo dam, meski terkendala pasokan semen di lapangan. (Antara)

Baca Juga: Bangkai KM Virgo Transport 8 Mulai Terendam, TNI AL Sesuaikan Strategi Penyelaman

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian rombongan jurnalis KM Arupadatu I hingga 8.509 NM persegi di Selat Sunda pada...

news | 08:48 WIB

Kementerian PU bergerak cepat menangani kerusakan Jembatan Aih Bobo dan membebaskan tujuh titik longsor di Blangkejeren,...

news | 08:15 WIB

Bangkai KM Virgo Transport 8 mulai terendam di Laut Jawa. TNI AL siapkan tim penyelam khusus Kopaska untuk mencari 129 k...

news | 07:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan kuota produksi batu bara dalam RKAB aman untuk pasokan kelistrikan PLN dan menj...

news | 14:48 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PLN menyiapkan pembangkit pengganti untuk mengatasi defisit pasokan listrik 600 MW aki...

news | 14:02 WIB