KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB

KPK buka suara terkait peluang pemanggilan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai 4 orang kepercayaannya ditetapkan sebagai tersangka suap HGB Summarecon.

Elara | MataMata.com
Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB

KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Suap HGB

matamata.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk memeriksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Pemanggilan tersebut dilakukan jika penyidik membutuhkan keterangannya dalam penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

"Apakah nanti NW (Nusron Wahid) dipanggil? Ya, itu tergantung kebutuhan penyidikan ke depan," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Taufik menjelaskan, KPK menduga 4 dari 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid. Indikasi ini diperkuat oleh keterangan saksi dan barang bukti elektronik yang disita tim penyidik.

"Ini kami dapat berdasarkan keterangan-keterangan yang dikumpulkan oleh tim, kemudian juga beberapa dari barang bukti elektronik yang diamankan oleh penyidik," katanya.

Sebelumnya, lembaga antirasuah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KPK kemudian menetapkan delapan orang tersangka pada Selasa (15/9/2026). Para tersangka dari pihak kementerian dan swasta meliputi Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta pihak swasta/perantara Rizal Pahlevi.

Sementara empat tersangka lainnya yang diduga sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta dua pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry. (ANtara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Duta Palma Group hadapi sidang tuntutan kasus korupsi perkebunan kelapa sawit di Riau dan TPPU senilai puluhan triliun d...

news | 10:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan plafon biaya oper...

news | 09:44 WIB

Presiden AS Donald Trump umumkan penghentian bantuan militer Rp63 triliun per tahun untuk Israel mulai akhir 2026. Pejab...

news | 07:00 WIB

Andrea Bocelli sukses menggelar konser tur 30 tahun album Romanza di JIExpo Jakarta. Simak keseruan duetnya bersama Lea ...

news | 06:30 WIB

Specialty coffee Indonesia sukses memikat pengunjung Swiss Coffee Festival 2026. Varietas Liberika, Excelsa, dan Arabika...

news | 06:00 WIB