TNI Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tenggara Pascabencana
matamata.com - Sinergi prajurit TNI dan masyarakat berhasil merampungkan pembangunan tujuh dari delapan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Infrastruktur ini dibangun untuk memulihkan mobilitas serta aktivitas ekonomi warga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, mengapresiasi semangat gotong royong yang terjalin selama proses konstruksi hingga jembatan dapat berdiri kokoh.
"Tujuh unit Jembatan Gantung Perintis Garuda yang telah rampung 100 persen merupakan hasil kerja sama antara personel TNI, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat," ujar Arya dalam keterangan tertulis yang diterima di Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
Arya menjelaskan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan langkah percepatan pemulihan akses warga setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang Aceh Tenggara pada November 2025 lalu. Bencana tersebut sempat memutus jalur penghubung antarwilayah dan melumpuhkan berbagai sektor kehidupan warga.
"Putusnya akses berdampak langsung pada perekonomian, pengangkutan hasil pertanian, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan," kata Arya.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan gantung menjadi solusi strategis untuk membuka kembali konektivitas wilayah terdampak. Arya berharap fasilitas baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.
Ketujuh jembatan yang telah rampung 100 persen tersebut berlokasi di Desa Kumbang Jaya, Jambur Mamang, Kuning Abadi, Teger Miko, Kuta Ujung, Buntul Kendawi, dan Makmur Jaya.
Sementara itu, satu jembatan tersisa di Desa Lawe Ger-Ger masih dalam tahap penyelesaian dengan progres pengerjaan mencapai 79 persen. Satuan tugas bersama warga terus mengebut pengerjaan agar jembatan terakhir tersebut bisa segera difungsikan. (Antara)