Belum Daftar Sertifikat Laik Higiene, 1.999 Dapur MBG Ditutup BGN

BGN menutup sementara 1.999 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak mendaftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Cek rincian wilayahnya.

Elara | MataMata.com
Selasa, 08 September 2026 | 09:56 WIB
Belum Daftar Sertifikat Laik Higiene, 1.999 Dapur MBG Ditutup BGN

Belum Daftar Sertifikat Laik Higiene, 1.999 Dapur MBG Ditutup BGN

matamata.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan alasan di balik penutupan sementara 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Ribuan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut terbukti belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke dinas kesehatan setempat.

Sudaryono menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar SLHS dan kriteria sanitasi merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan dapur MBG. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat.

"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS dan sanitasi itu mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan MBG. BGN terus menyisir dan melakukan verifikasi ketat terhadap puluhan ribu SPPG," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan hasil penyisiran BGN, total unit dapur MBG yang tercatat mengalami penyesuaian dari 27.485 menjadi 27.022 dapur. Pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB menunjukkan ada 1.999 dapur SPPG yang sama sekali belum mendaftarkan SLHS.

Sudaryono menekankan, permasalahan utama ribuan dapur tersebut bukanlah kegagalan memenuhi standar saat verifikasi, melainkan pengelola yang tidak mendaftarkan diri sama sekali ke dinas kesehatan setempat.

"Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di dinas kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak mendaftar sama sekali," paparnya.

Setelah proses konfirmasi dan evaluasi bertahap, BGN memutuskan untuk menghentikan operasional 1.999 SPPG tersebut guna proses investigasi lebih lanjut. Rincian dapur yang ditutup sementara mencakup:

Wilayah 1 (Sumatra): 351 SPPG
Wilayah 2 (Jawa dan Banten): 1.417 SPPG
Wilayah 3 (Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua): 231 SPPG

Sudaryono menegaskan bahwa tindakan penutupan dan investigasi ini merupakan bentuk komitmen BGN dalam menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program MBG di tanah air. (Antara)

Baca Juga: Yusril Klarifikasi Buku Islam ala Prabowo: Saya Hanya Narasumber

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Komisi XI DPR RI resmi menyetujui anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun. ...

news | 10:01 WIB

BGN menutup sementara 1.999 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak mendaftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SL...

news | 09:56 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengklarifikasi bahwa dirinya bukan penulis buku "Islam ala Prabowo", melainkan...

news | 09:15 WIB

Wamendagri Bima Arya mendorong Pemda perkuat peran dalam reforma agraria melalui penguatan GTRA, pembiayaan kreatif, dan...

news | 08:15 WIB

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sebabkan 2.961 penerbangan terganggu dan 341 ribu penumpang terdampak. Kemenhub perpa...

news | 07:15 WIB