Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, Kemenhub Perpanjang Penutupan 7 Bandara

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau sebabkan 2.961 penerbangan terganggu dan 341 ribu penumpang terdampak. Kemenhub perpanjang penutupan 7 bandara.

Elara | MataMata.com
Selasa, 08 September 2026 | 07:15 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, Kemenhub Perpanjang Penutupan 7 Bandara

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan, Kemenhub Perpanjang Penutupan 7 Bandara

matamata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah mengganggu 2.961 penerbangan domestik dan internasional hingga Senin (7/9/2026). Gangguan massal ini terjadi akibat penutupan sementara tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik.

"Hingga Senin sore, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik. Rinciannya meliputi 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional," ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Gangguan operasional yang mencakup pembatalan, penundaan (delay), hingga pengalihan rute ini berdampak langsung pada sedikitnya 341.000 penumpang.

Guna menjaga keselamatan udara, Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan operasional tujuh bandara terdampak hingga Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB. Dudy menegaskan bahwa kebijakan konservatif ini diambil mengingat arah pergerakan angin yang sangat dinamis.

Ketujuh bandara yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi:

  1. Bandara Soekarno-Hatta (Banten)
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  3. Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat)
  4. Bandara Radin Inten II (Lampung)
  5. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung)
  6. Bandara Budiarto (Banten)
  7. Bandara Pondok Cabe (Banten)

Meski hasil pengujian permukaan (paper test) di sejumlah bandara menunjukkan hasil negatif abu vulkanik, pembukaan kembali operasional tetap menunggu rujukan resmi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.

Perpanjangan masa penutupan ini sekaligus memberikan waktu bagi pengelola bandara dan maskapai untuk melakukan pembersihan serta pemeriksaan menyeluruh. Pengelola bandara fokus membersihkan area runway, taxiway, dan apron, sementara maskapai memeriksa armada pesawat dari potensi paparan abu vulkanik yang merusak mesin.

"Kami memastikan seluruh proses berjalan baik. Kemenhub tidak akan mengesampingkan aspek keselamatan dan keamanan masyarakat," pungkas Dudy. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kadin Indonesia dan ASAKI mendukung rencana pemerintah menghentikan ekspor gas bumi demi memprioritaskan kebutuhan indus...

news | 14:17 WIB

Menperin Muhammad Sarmuji menantang Cimory memproduksi keju khas Indonesia dan memperluas diversifikasi produk demi mema...

news | 13:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta pengelolaan lapangan kerja dioptimalkan seiring tingginya IPM Jakarta. Tersedia...

news | 13:30 WIB

Anggota DPR RI Andina Theresia Narang pantau penanganan karhutla Kalteng dan salurkan bantuan logistik serta alat pemada...

news | 13:00 WIB

TNI AU sukses menguji pendaratan pesawat tempur F-16 dan Super Tucano di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sebagai persi...

news | 12:33 WIB