Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Sinabung, Bandara Kualanamu Kini Kembali Normal

Kemenhub pastikan operasional Bandara Kualanamu kembali normal setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB
Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Sinabung, Bandara Kualanamu Kini Kembali Normal

Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Sinabung, Bandara Kualanamu Kini Kembali Normal

matamata.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, kembali berjalan normal setelah sempat ditutup akibat erupsi Gunung Sinabung.

"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, melalui keterangan tertulis yang dikonfirmasi dari Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis.

Lukman menjelaskan, hasil pemantauan pada Rabu (2/9) pukul 16.00 WIB menunjukkan tidak ada lagi abu vulkanik yang terdeteksi di kawasan bandara. Pengujian tersebut dilakukan menggunakan metode paper test secara berkala sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Kendati situasi telah kondusif, Ditjen Perhubungan Udara tetap menyiagakan pemantauan dan koordinasi terkait aktivitas Gunung Sinabung. Berdasarkan data Significant Meteorological Information (SIGMET) dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, erupsi Sinabung memuntahkan awan abu vulkanik hingga ketinggian 14.000 kaki pada Selasa (2/9). Abu tersebut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot.

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik tipis sempat terdeteksi di area parkir pesawat Bandara Kualanamu pada Senin (1/9). Sebagai langkah mitigasi keselamatan, otoritas bandara sempat menutup operasional pada hari yang sama berdasarkan NOTAM A3250/26, sebelum akhirnya dibuka kembali lewat NOTAM A3254/26 dan NOTAM A3251/26.

Penutupan sementara tersebut berdampak pada pembatalan 45 penerbangan serta penjadwalan ulang (reschedule) terhadap 6 penerbangan lainnya.

"Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya terus kami pantau secara berkala," tegas Lukman.

Pihaknya juga menyerahkan kewenangan kepada maskapai untuk mengevaluasi kelayakan operasional berdasarkan kondisi aktual di lapangan, termasuk melakukan penyesuaian jadwal atau pembatalan demi menjamin keselamatan penumpang. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenhub pastikan operasional Bandara Kualanamu kembali normal setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi...

news | 08:51 WIB

Janice Tjen/Leylah Fernandez sukses melaju ke babak kedua ganda putri US Open 2026 setelah menang telak atas Isabelle Ha...

news | 08:30 WIB

Kepala BNN ajak mahasiswa Trisakti jadi agen perubahan lawan narkotika di tengah ancaman baru peredaran cairan vape posi...

news | 07:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendorong pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia dalam EEF ke-11 di Vla...

news | 16:28 WIB

Presiden Prabowo Subianto targetkan perdagangan Indonesia-Rusia berlipat ganda lewat FTA Indonesia-EAEU yang buka akses ...

news | 16:18 WIB