Kuota Beasiswa Arab Saudi Masih Longgar, Pemerintah Dorong Pelajar Indonesia Ambil Peluang Ini
matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama di sektor pendidikan, mulai dari pendidikan tinggi hingga peningkatan kapasitas guru.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pratikno dan Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef Abdullah Al-Benyan di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Jakarta, Rabu malam. Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah menteri kabinet dan rektor perguruan tinggi.
"Kami membahas beberapa hal yang bisa dilakukan segera, terutama untuk lembaga pendidikan tinggi, seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, joint supervision, joint degree, dan joint research," ujar Pratikno.
Selain pendidikan tinggi, kedua negara juga fokus pada program peningkatan kapasitas guru serta perluasan akses beasiswa. Menurut Pratikno, program beasiswa tersebut dapat langsung dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Arab Saudi Yousef Abdullah Al-Benyan mengungkapkan bahwa negaranya menyediakan lebih dari 1.000 kuota beasiswa bagi pelajar Indonesia. Namun, pemanfaatannya saat ini masih berada di kisaran 50 persen.
"Kami memiliki lebih dari 1.000 beasiswa dari pemerintah kami untuk Indonesia. Sejauh ini baru sekitar 50 persen yang dipergunakan, dan sisanya bisa dimanfaatkan melalui program kami," kata Yousef.
Ia menambahkan, Arab Saudi kini memiliki sekitar 15 universitas yang masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik dunia, dengan lima di antaranya berada di peringkat 100 besar dunia dan tiga hingga lima universitas lainnya menempati posisi 10 besar dunia.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memastikan bahwa 1.000 kuota beasiswa tersebut terbuka luas untuk seluruh bidang studi.
"Pemerintah Arab Saudi memberikan sekitar 1.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi. Terbuka untuk semua bidang," ucap Faisal. (Antara)
Baca Juga: Program LSDP Kalsel: DPR RI Salurkan Dana Rp400 Miliar untuk Pengelolaan Sampah