Kematian Warga Pejompongan, Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak kepolisian mengusut tuntas kematian seorang pedagang cermin yang tewas usai kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Elara | MataMata.com
Selasa, 01 September 2026 | 13:34 WIB
Kematian Warga Pejompongan, Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas

Kematian Warga Pejompongan, Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas

matamata.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian Bambang Setiyawan (59), seorang pedagang cermin yang meninggal dunia usai ditemukan pingsan saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) malam.

"Kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9).

Puan menekankan pentingnya kepolisian untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi secara objektif serta mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang valid di lapangan.

Terkait adanya dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dalam insiden tersebut, Puan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang. "Bila memang terbukti, ya harus diselesaikan dengan tuntas," tegasnya.

Selain itu, politisi tersebut juga mengingatkan agar setiap aksi unjuk rasa ke depan dapat berlangsung dengan tertib, damai, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berujung pada kericuhan maupun perusakan fasilitas umum.

Menanggapi insiden ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan kronologi pengevakuasian korban. Menurutnya, petugas tidak dapat langsung mengevakuasi Bambang sesaat setelah ditemukan karena situasi di lokasi masih sangat rawan dan mengancam keselamatan petugas.

"Begitu lokasi sudah berhasil diamankan, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan," kata Budi.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, namun nyawanya tidak tertolong. Kendati demikian, pihak keluarga korban menolak dilakukannya autopsi pada jenazah, sehingga kepastian medis mengenai penyebab kematian korban belum dapat disimpulkan melalui prosedur tersebut.

Di sisi lain, pihak GRIB Jaya telah menyampaikan bantahan resmi atas dugaan keterlibatan anggota mereka dalam kematian Bambang. Organisasi tersebut menyatakan bahwa massa anggotanya saat kericuhan pecah tidak menjangkau hingga ke kawasan Pejompongan. (Antara)

Baca Juga: Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Wajib Kuasai Keterampilan Digital dan AI

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak kepolisian mengusut tuntas kematian seorang pedagang cermin yang tewas usai kericuha...

news | 13:34 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan lulusan perguruan tinggi harus kuasai keterampilan digital dan AI lewat int...

news | 11:15 WIB

PLN UID Sulselrabar menegaskan pemadaman listrik bergilir bukan karena El Nino, melainkan pemeliharaan fasilitas kelistr...

news | 10:15 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon Kementan sepanjang Agustus 2026 akibat judi daring dan ...

news | 09:24 WIB

Kementerian ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg secara terbatas di lingkungan Lemigas sebagai alternatif pengganti L...

news | 08:00 WIB