Mentan Amran Sulaiman Copot 27 Pejabat Kementan Terlibat Judi Daring dan Penyimpangan Anggaran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon Kementan sepanjang Agustus 2026 akibat judi daring dan penyimpangan anggaran.

Elara | MataMata.com
Selasa, 01 September 2026 | 09:24 WIB
Mentan Amran Sulaiman Copot 27 Pejabat Kementan Terlibat Judi Daring dan Penyimpangan Anggaran

Mentan Amran Sulaiman Copot 27 Pejabat Kementan Terlibat Judi Daring dan Penyimpangan Anggaran

matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) sepanjang Agustus 2026. Langkah tegas ini diambil akibat dugaan penyimpangan anggaran serta keterlibatan dalam praktik judi daring (judol) demi memperkuat integritas birokrasi.

"Saya sebagai bapaknya mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," ujar Mentan Amran di Jakarta, Senin (31/8).

Dari total 27 pejabat tersebut, sebanyak 13 orang dicopot secara permanen karena terbukti terlibat aktivitas judi daring setelah melalui proses verifikasi dan penelusuran data yang komprehensif. Amran mengungkapkan, beberapa di antaranya bahkan tercatat memiliki nilai deposit judi daring yang hampir mencapai Rp200 juta.

Sebagian besar pejabat yang tersangkut kasus judi online ini sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan peringatan. Namun, karena pelanggaran tetap berulang, pencopotan permanen pun diambil sebagai langkah terakhir. Meski demikian, Amran memastikan tindakan ini tidak akan mengganggu kinerja kementerian yang didukung oleh sekitar 52 ribu pegawai.

Sementara itu, 14 pejabat lainnya dicopot terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Pencopotan gelombang pertama ini dilakukan pada Selasa (18/8) yang mencakup jajaran pejabat eselon I, eselon II, hingga eselon III.

Saat ini, Inspektorat Jenderal Kementan tengah melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengumpulkan fakta-fakta pelanggaran. Amran menegaskan bahwa penonaktifan sementara ini bukan merupakan hukuman akhir, melainkan mekanisme agar proses pemeriksaan berjalan transparan, adil, dan objektif.

Jika pemeriksaan terbukti menemukan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan langsung dilimpahkan kepada aparat penegak hukum. Sebaliknya, pejabat yang terbukti tidak bersalah akan dikembalikan ke posisi semula dengan tetap memperhatikan prinsip meritokrasi.

Amran menegaskan, program bersih-bersih birokrasi ini akan terus berlanjut tanpa kompromi demi mewujudkan Kementerian Pertanian yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon Kementan sepanjang Agustus 2026 akibat judi daring dan ...

news | 09:24 WIB

Kementerian ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg secara terbatas di lingkungan Lemigas sebagai alternatif pengganti L...

news | 08:00 WIB

Cak Imin ucapkan selamat kepada Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031 di Jombang, serta titipkan pes...

news | 08:15 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) mengusulkan tambahan anggaran Rp67 miliar untuk tahun 2027 kepada Komisi III DPR RI, membuat to...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan combine harvester dan mengganti alat pertanian yang dicuri untu...

news | 16:15 WIB