Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Tabung CNG 3 Kg untuk Masyarakat Terbatas

Kementerian ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg secara terbatas di lingkungan Lemigas sebagai alternatif pengganti LPG untuk tekan impor energi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 01 September 2026 | 08:00 WIB
Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Tabung CNG 3 Kg untuk Masyarakat Terbatas

Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Tabung CNG 3 Kg untuk Masyarakat Terbatas

matamata.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) kepada masyarakat secara terbatas. Tahap uji coba ini difokuskan di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

"September ini kami akan mendapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Laode menjelaskan, pelibatan masyarakat dalam uji coba tabung CNG 3 kg ini masih terbatas pada pegawai dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di lingkungan Lemigas.

Menurutnya, uji coba kali ini sudah memasuki tahap penggunaan langsung oleh konsumen (end-user). Pendekatan tersebut berbeda dengan tahapan sebelumnya yang lebih berorientasi pada pengujian ketahanan fisik tabung.

"Kalau kemarin kami masih menguji coba tahapan tabung dan lain-lain, sekarang sedang disiapkan untuk digunakan dan dievaluasi selama satu bulan ke depan," kata Laode.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru. Bahan bakar ini telah banyak digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kendati demikian, pemanfaatan selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar, yakni antara 10 hingga 20 kilogram.

Bahlil mengungkapkan, tantangan terbesar dalam transisi ini adalah aspek teknis keselamatan. Tabung CNG memerlukan tekanan gas sekitar 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan LPG konvensional yang berada di kisaran 5 hingga 10 bar.

Meski demikian, pemerintah memandang pengkajian CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kg sangat krusial guna menekan angka impor energi nasional. Terlebih lagi, seluruh bahan baku CNG tersedia di dalam negeri dengan sumber gas alam yang melimpah, termasuk temuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon Kementan sepanjang Agustus 2026 akibat judi daring dan ...

news | 09:24 WIB

Kementerian ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg secara terbatas di lingkungan Lemigas sebagai alternatif pengganti L...

news | 08:00 WIB

Cak Imin ucapkan selamat kepada Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031 di Jombang, serta titipkan pes...

news | 08:15 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) mengusulkan tambahan anggaran Rp67 miliar untuk tahun 2027 kepada Komisi III DPR RI, membuat to...

news | 07:00 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan combine harvester dan mengganti alat pertanian yang dicuri untu...

news | 16:15 WIB