Pemadaman Listrik Sulselrabar: PLN Bantah Pengaruh El Nino dan Ungkap Jadwal Pemeliharaan
matamata.com - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) memastikan pemadaman listrik bergilir yang tengah diberlakukan bukan disebabkan oleh fenomena El Nino atau musim kemarau ekstrem.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan pengaturan beban listrik yang dilakukan sejak pukul 09.00 WITA merupakan dampak dari kegiatan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan di beberapa wilayah.
"Kondisi tersebut murni berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan, bukan disebabkan oleh El Nino maupun penurunan debit air PLTA," ujar Niki di Makassar, Selasa (1/9).
Pemeliharaan ini mencakup perbaikan jaringan serta sejumlah peralatan pendukung, seperti gardu dan trafo, di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Langkah tersebut dilakukan secara berkala guna menjaga keandalan dan keberlangsungan pasokan listrik kepada pelanggan.
Kegiatan pemeliharaan ini diperkirakan berlangsung selama empat hari ke depan. Dengan percepatan penanganan ini, sistem kelistrikan dipastikan dapat kembali normal pada Kamis atau Jumat mendatang (3–4 Agustus). Adapun durasi pemadaman berlangsung antara 1 hingga 3,5 jam dalam satu sesi.
Niki menambahkan, pemeliharaan ini sekaligus berfungsi sebagai langkah mitigasi jangka panjang untuk menghadapi potensi dampak El Nino di masa mendatang agar kondisi kelistrikan tetap prima saat musim kemarau.
"Jadi nantinya, hanya persoalan cuaca saja yang memang di luar kuasa kami. Semua elemen kelistrikan dibenahi, dan kami berupaya mempercepat proses pemeliharaan agar pasokan listrik segera kembali normal," terangnya.
Meski penurunan debit air sungai sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sempat tercatat akibat belum turunnya hujan, PLN memastikan kondisi tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi listrik secara keseluruhan.
"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air untuk menentukan langkah antisipasi apabila kemarau semakin panjang," pungkas Niki.
Berdasarkan data terkini, daya terpasang pada sistem kelistrikan Sulawesi Selatan berada di kisaran 2.000 Megawatt (MW) dengan daya mampu sekitar 1.996 MW. Kapasitas tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap hari bergantung pada kondisi pembangkit serta sistem kelistrikan yang beroperasi. (Antara)
Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Copot 27 Pejabat Kementan Terlibat Judi Daring dan Penyimpangan Anggaran